Kota, NU Online Sumenep
Setelah membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum sejak tanggal 17-21 April 2021 yang lalu, Panitia Pelaksana Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-XVII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur akhirnya menetapkan calon Ketua Umum PMII Sumenep dan Ketua Kopri pada Jumat (23/04/2021) malam di Kantor PC PMII Sumenep jalan Pepaya Pamolokan Sumenep.
Data bakal calon diverivikasi berkasnya serta ditetapkan oleh panitia panitia SC yang didampingi langsung oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum pada tanggal 22 April 2021 pukul 23.15 WIB di Lee Riya Coffe Sumenep.
Panitia pelaksana telah menetapkan calon Ketua Umum yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan PMII Sumenep diperiode mendatang di antaranya Sahabat Qudsiyanto dari PMII Komisariat Guluk-guluk dan Akh. Fauzi dari PMII Komisariat STKIP PGRI Sumenep. Sementara, calon Ketua Umum Kopri yaitu Sahabati Nurwaida dari Komisariat PMII STITA Sumenep dan sahabati Fitria dari PMII Komisariat STKIP Sumenep.
Ketua Steering Committee (SC) Konfercab, Helmiyatul Umam, mengagendakan pada tanggal 26 April 2021 akan dilaksanakan debat kandidat calon. Sedangkan, Konfercab akan dilaksanakan pada tanggal 30 April 2021 sampai dengan 03 Mei 2021 M.
Menurut perempuan yang akrab dipanggil Mia tersebut pembukaan konfercab PMII Sumenep akan dibarengkan dengan peringatan Harlah PMII yang ke-61.
“Di pra konfercab pada tanggal 26 April 2021 akan diisi dengan penyampaian visi misi dan debat kandidat,” Pungkas Mia kepada NU Online Sumenep.
Sementara itu, Ahmad Hariyanto, Ketua PC PMII Sumenep berharap agar semua rentetan agenda hingga nanti di puncak Konfercab ke-XVII PMII Sumenep ini dari awal sampai akhir dapat berjalan dengan lancar.
“Semoga konfercab berjalan lancar, dari awal hingga akhir tidak dihalangi oleh kendala apapun,” ujar
Pria yang akrab disapa Yanto ini juga berharap nantinya bisa melahirkan nakhoda baru PMII Sumenep yang progresif dan berdedikasi serta memiliki loyalitas yang tinggi dalam berjuang di jalur Ahlussunnah Wal Jama’ah an-Nahdliyah.
“Saya berharap siapapun pemimpin yang terpilih nantinya dapat melanjutkan apa-apa yang tertuang dalam peraturan organisasi. Termasuk bergerak dan berjuang dalam kapasitasnya sebagai kader NU,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yanto menyebutkan bahwa di masa kepengurusannya ada banyak pekerjaan rumah yang perlu dilanjutkan. Salah satunya deklarasi komisariat dan rayon di beberapa kampus. Menurutnya, PMII sebagai organisasi kaderisasi harus terus mengepakkan sayapnya.
“Di masa saya, ada sembilan komisariat semuanya. 2 masih persiapan dan 7 sudah definitif. Jadi ini perlu ditindaklanjuti. Mengingat kader-kader kita butuh terus dikembangkan,” pintanya.
Pewarta : Abdul Warits
Editor: Ibnu Abbas

