Batuan, NU Online Sumenep
Geliat mengembangkan kemandirian ekonomi terus digalakkan oleh berbagai elemen organisasi di Nahdlatul Ulama. Hal tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menguatkan jam’iyyah dan jama’ah ditengah gurita kapitalisme global yang menjalar di berbagai penjuru.
Seperti dilakukan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Sumenep yang merintis lembaga perekonomian sebagai wujud dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) segmen Forum Strategis NU (Forgisnu) Angkatan 32.
Melalui Surat Keputusan (SK) Kemenkop (Kementrian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) secara resmi lembaga keuangan tersebut didirikan dengan nama Koperasi Sahabat Makmur Bersama (KSMB) Sumenep.
Kali ini, Koperasi Sahabat Makmur Bersama menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2020 pada Sabtu, (5/6/2021) di Aula Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.
RAT yang kedua ini diselenggarakan dengan melibatkan jajaran pengurus, pengawas, penasihat dan anggota serta sejumlah kepengurusan IKA PMII Sumenep.
Novianto, Ketua Koperasi Sahabat Makmur Bersama menuturkan bahwa selain merupakan kewajiban bagi koperasi untuk menggelar RAT sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja yang dilakukan juga sebagai satu upaya untuk mengevaluasi berbagai hal yang perlu dibenahi, ditingkatkan dan disempurnakan.
“Kita selama ini berusaha semaksimal mungkin untuk selalu meningkatkan pelayanan terhadap anggota lain. Tentu melalui RAT ini kita jadikan momentum untuk mempererat hubungan silaturrahim dengan anggota maupun kemitraan bidang usaha,” ungkapnya.
Pihaknya menegaskan bahwa ke depan akan terus dilakukan pembenahan dalam hal administrasi dan kelembagaan koperasi guna meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat secara umum.
“Kita bertekad ke depannya akan terus memaksimalkan simpanan anggota. Kemudian sistem pelaporan keuangan kita kelola dengan profesional. Termasuk di manajemen secara umum,” imbuhnya.
Sejak tiga tahun terakhir, Koperasi Sahabat Makmur Bersama ini menjalankan bidang usaha suplayer beras, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Toko Sahabat Qeta.
Sementara di bidang permodalan, Koperasi Sahabat Makmur Bersama ini sudah mulai mengembangkan omset usaha dan permodalan. Karenanya Novi berkomitmen untuk memperkuat kerjasama dan kemitraan dengan berbagai instansi.
“Di bidang usaha juga akan kita sempurnakan,” tegasnya.
Kendati demikian, segala proses penyempurnaan itu, menurut Amir Syarifuddin, Sekretaris Pengurus Koperasi Sahabat Makmur Bersama harus diimbangi dengan sistem pengelolaan yang profesional. Sehingga diperlukan penyegaran kepengurusan guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola di internal.
“Kita juga perlu melakukan penyegaran kepengurusan dan memaksimalkan peran dan fungsi struktural. Kita sudah punya SDM yang mumpuni, hanya tinggal bagaimana kita kelola dengan baik dan ditempatkan sesuai bidangnya,” ungkap pria yang akrab disapa Amir itu.
Pihaknya juga akan memberlakukan sistem piket harian bagi para pengelola yang dijadual secara bergiliran. Dengan begitu, bertahap manajemen mampu dikelola dengan profesional.
Pewarta: Ibnu Abbas
Editor: A. Habiburrahman

