Kegiatan yang ditempatkan di kediaman Hakim, salah satu warga Desa Andulang yang juga merupakan anggota Ranting NU Andulang ini, dihadiri langsung oleh KH. A. Pandji Taufiq, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep beserta jajaran kepengurusan tanfidziyah lainnya.
Selain pagelaran seni bela diri yang ditampilkan untuk menghibur masyarakat setempat, panitia pelaksana juga meminta kepada Kiai Pandji untuk mengisi tausiyah ke-NU-an.
Sebelum lebih jauh mengisi tausiah, Ketua PCNU tiga periode ini, dihadapan seluruh warga nahdliyin yang hadir, menyampaikan rasa syukur dan bahagianya karena diberikan kesempatan untuk hadir di acara tersebut yang menurutnya baru pertama kali diundang oleh Pagar Nusa di tingkat PAC, apalagi melibatkan ranting NU.
“Tentu saya sangat bersyukur dan bahagia sekali, karena selama saya menjabat sebagai ketua PCNU, baru kali ini diundang oleh Pagar Nusa di tingkat PAC. Ini menandakan bahwa NU semakin progressif hingga ke akar rumput melalui sayapnya di lembaga dan banom,” Ungkapnya penuh rasa syukur.
Beliau meminta dan berharap kepada Ranting NU Desa Andulang agar terus tanggap dengan segala hal yang menjadi persoalan dan tantangan kehidupan sosial. Baik dalam hal pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi.
“Di salah satu Ranting di Kecamatan Ambunten, tepatnya di Desa Keles, ada salah seorang guru ngaji yang jatuh sakit dan harus dioperasi. Ranting NU Desa Keles kemudian menfasilitasi dan mengajak seluruh masyarakat untuk urunan seikhlasnya agar mengurangi beban biaya operasi yang harus ditanggung oleh pihak keluarga. Setidaknya tindakan ini telah menginspirasi kita semua bahwa seharusnya NU harus hadir menjawab segala persoalan sosial masyarakat, tentu melalui gotong royong antar sesama,” tutur beliau.
Tantangan NU ke depan, tambah beliau, sangat besar. Dimana eksistensi NU dipertaruhkan di kehidupan yang segala sesuatunya harus dinilai dengan materi, apa-apa harus dibeli dan harus bernilai uang.
“Bayangkan saja, jika acara yang sebesar ini diuangkan, maka akan menghabiskan uang puluhan juta rupiah, untuk konsumsi, perlengkapan dan lain-lain. Tetapi karena semangat masyarakat untuk guyub dan gotong-royong, semua yang menjadi kebutuhan untuk kesuksesan acara ini diperoleh dengan melalui sumbangan atau urunan,” ujar beliau penuh harap.
Karena itu, Kiai Pandji berharap agar NU ditingkat ranting terus aktif dan lebih progresif, sebab menurutnya basis kekuatan NU ada di ranting.
“Tidak mungkin di tingkat Cabang bisa baik jika NU di tingkat rantingnya tidak baik,” tegas beliau sebelum mengakhiri pembahasan.
Menurutnya harapan-harapan besar NU untuk selalu hadir dan menjadi solusi dari setiap persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat akan bisa dicapai oleh Ranting NU Desa Andulang ini.
“Segera bentuk Pagar Nusa Ranting Andulang agar bisa menjadi wadah pemuda-pemuda desa dalam menyiarkan agama dengan berpijak pada Izzul Islam Wal Muslimin.
Pewarta : Aribuddin Malik
Editor : Ibnu Abbas

