Nonggunong, NU Online Sumenep
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Nonggunong Sapudi menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri 2021, Sabtu (16/10/2021). Bertempat di kediaman salah seorang pengurus, di Dusun Jelgung Desa Tanah Merah Kecamatan setempat..
Hadir dalam acara tersebut, Nyai Zainab Ali Hisyam (selanjutnya disebut Nyai Zainab), Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep selaku penceramah, pengurus PAC Fatayat NU Nonggunong, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Nonggunong, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua PAC Fatayat NU Nonggunong, Riskiyana, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kekompakan seluruh jamaah. Sehingga acara tersebut berjalan sesuai dengan harapan. Khususnya ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Nyai Zainab dan Jam’iyah Hadrah Al-Burdah Karat Ganding.
“Kami menyampaikan terimakasih atas kehadiran dan kekompakan sahabat-sahabat, terutama kepada Ny. Hj. Zainab Ali Hisyam dan Jam’iyah Hadrah Al Burdah Karay Ganding yang telah berkenan hadir dan ikut memeriahkan kegiatan ini. Semoga Fatayat semakin jaya,” ungkapnya saat memberikan sambutan.
Ia pun berharap, melalui peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri ini, menjadi media muhasabah guna meneladani beberapa hal yang telah diwariskan oleh Nabi Muhammad SAW dan para muassis NU. Baik dalam ber’amaliyah, berfikrah dan berharakah di kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Riskiyana menjelaskan bahwa PAC Fatayat NU Nonggunong memiliki kegiatan rutin dua mingguan yang dilaksanakan secara bergilir dan ditempatkan di rumah pengurus, Ranting dan anggota Fatayat.
“Hal ini sudah berjalan sejak awal periode kami menjabat. Alhamdulillah, bisa terlaksana secara rutin, sebagai media silaturrahim dan konsolidasi antar pengurus dan anggota Fatayat,” imbuhnya.
Sementara itu, Nyai Zainab menegaskan bahwa Fatayat NU memiliki sanad yang jelas kepada Rasulullah SAW. Karenanya beliau meminta agar menggerakkan Fatayat NU di semua tingkatan. Utamanya di tingkat ranting. Tentu dengan memaksimalkan kaderisasi.
“Fatayat itu dijaga oleh Rasulullah dan para auliya’illah. Kita tidak perlu khawatir menjalankan organisasi ini. Mari kita gerakkan Fatayat di semua tingkatan. Lebih-lebih di tingkat PAC dan Ranting. Saya berharap pengkaderan di Fatayat diintensifkan,” pintanya.
Beliau juga menyarankan semua pengurus PAC Fatayat NU dan Ranting mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU). Dengan begitu, ghairah ber-NU akan semakin tumbuh dan militan.
“Saya sudah membuktikannya sendiri. Banyak hal-hal yang bisa kita peroleh tentang ke-NU-an di forum tersebut. Dan banyak pula hal-hal yang terjadi di luar nalar di forum PKP NU. Misalnya para muassis dan masyaikh hadir di forum tersebut, dan sebagainya,” pungkasnya.
Editor: A. Habiburrahman

