Pasongsongan, NU Online Sumenep
Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya dikenal dengan sebutan jamiyah diniyah, tetapi jamiyah ijtimaiyah yang orientasinya mengarah pada kegiatan sosial kemasyarakatan. Misi muassis untuk menyejahterakan anak yatim dan dluafa terus digalang oleh nahdliyin di Indonesia. Salah satunya, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Pasongsongan II, Sumenep, memberikan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin sebanyak 375 orang dengan menghabis dana yang dicairkan Rp. 20.000.000, pada Kamis (17/12/2020).
Kegiatan yang digelar di acara Pra Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pasongsongan ini, dilaksanakan di kediaman Hariyanto, Dusun Murassen, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, dihadiri oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Pengurus MWCNU Pasongsongan, PRNU Pasongsongan II dan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut merupakan inisatif pengurus ranting dengan mengumpulkan Kotak Infaq (KOIN) Peduli NU dari para donatur tetap sebanyak 80 orang, sehingga setiap tahunnya rutin menggelar kegiatan yang sama.
“Kami sampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak, utamanya para donatur yang sampai hari ini tetap istikamah mendonasikan sebagian hartanya untuk kami, sehingga kami pula tetap istikamah mentasharrufkan kepada yang sangat membutuhkan,” tutur K. Ahmad Syarifuddin saat ditemui oleh tim reporter.
Ketua MWCNU Pasongsongan tersebut menyampaikan ucapan terimakasih kepada ranting NU Pasongsongan II yang telah berkontribusi besar dalam mengayomi dan memberdayakan warga NU, sehingga beban hidupnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat dibantu melalui penyaluran dana hasil dari Koin NU tersebut.
Sementara itu, KH. A. Pandji Taufiq mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh ranting NU Pasongsongan II ini. Karena menurut beliau, kegiatan-kegiatan yang digelar tidak hanya sebatas seremonial belaka, tetapi juga berdampak luar biasa nilai kebermanfaatannya.
“Ranting NU di desa ini (baca: Pasongsongan), adalah ranting yang memprakarsai masyarakat cinta yatim dan dluafa. Karena itu, kami sangat bangga dan tentu mengapresiasi setinggi-tingginya, sebab kegiatan yang bertajuk kemanusiaan ini, mencerminkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW yang juga merupakan anak yatim dan sejak kecil telah ditinggal oleh ayahnya Abdullah,” tutur Ketua PCNU Sumenep dalam sambutannya.
Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut berharap, agar ke depannya kegiatan-kegiatan semacam ini bisa merata di 14 ranting yang ada di Kecamatan Pasongsongan, dan bahkan di 213 ranting se Kabupaten Sumenep.
“Tugas kita yang terbingkai dalam memakmurkan nahdliyin harus bisa menggerakkan kepedulian antar sesama, gotong-royong, bahu membahu dan sebagainya, tentu melalui kegiatan-kegiatan semacam ini. Kita harus menjadi mediator dan fasilitator dalam tradisi bersedekah yang memang menjadi bagian dari keberagamaan Islam kita,” ujarnya penuh harap.
Lebih lanjut, acara santunan anak yatim dan fakir miskin ini dilakukan secara simbolik, yang diserahkan langsung oleh Yussalam Muhammad, Ketua NU-Care Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep. Kemudian acara diparipurnai dengan pembacaan doa oleh Kiai Muhammad Musthafa Mukammal, A’wan PCNU Sumenep.
Pewarta: Ibnu Abbas
Editor: A. Habiburrahman

