Image Slider

Harlah Persal Putri, Ingatkan Kembali Sirah Nabawi

Ganding, NU Online Sumenep

Peringatan hari lahir (Harlah) merupakan bentuk rasa syukur terhadap keberadaan suatu organisasi, serta momen yang tepat untuk mengingat kembali segala bentuk perjuangan para pendiri.

Berangkat dari hal tersebut, organisasi daerah Persatuan Santri Lenteng (Persal) Putri Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Putri Guluk-Guluk, Sumenep Masa Bakti 2020-2021, kembali mengadakan peringatan Harlah ke-43 yang ditempatkan di Desa Bilapora Timur, Ganding, Senin (03/05/2021).

Serangkaian rentetan acara yang ada dikegiatan harlah ini yaitu ziarah ke maqbarah pendiri Persal, Khatmil Al-Qur’an, bagi-bagi takjil Ramadhan, buka bersama, dan diparipurnai dengan ceramah agama seputar Nuzulul Qur’an.

Acara ini juga dihadiri seluruh pengurus, anggota, dan alumni Persal Putri. Tak lupa pula, masyarakat sekitar menjadi sasaran undangannya.

Zahrotul Jannah selaku ketua Persal Putri, mengatakan beberapa tujuan kegiatan tahunan ini.

“Tujuan acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahim seluruh elemen Persal Putri dengan Alumni, bentuk rasa syukur terhadap lahirnya organisasi yang besar ini, momen untuk saling berbagi kepada sesama,” ucapnya ketika dimintai keterangan.

Kiai Izzul Muttaqin selaku pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Huda Gadu Barat, Ganding didapuk sebagai penceramah dalam acara ini. Dalam ceramahnya yang berdurasi satu jam itu, beliau mengawalinya dengan mengulas sirah nabawiyah.

“Sirah nabawiyah adalah rekaman seluruh mata rantai perjalanan Nabi Muhammad SAW dari lahir, kecil, remaja, dewasa, pernikahan, menjadi Nabi, perjuangannya yang heroik, tantangan-tantangan besar yang dilaluinya, hingga wafatnya,” tuturnya.

Lebih lanjut ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini memberikan kesimpulan terkait sirah nabawiyah.

“Intisari yang bisa kita petik dari sirah nabawiyah adalah Islam itu ketika Allah SWT turunkan ke dunia ini, ia menjelma dalam diri Nabi kita Muhammad SAW, karena beliau adalah Mushtafa (Pilihan Allah) yang dipilih oleh Allah untuk mewakili ajaran-Nya di dunia melalui ucapan dan perbuatan-Nya yang dibimbing langsung oleh Allah SWT,” jelasnya.

Penceramah kondang yang juga menjabat sebagai Bendahara Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep ini juga memberikan penjelasan seputar Nuzulul Qur’an.

“Nuzul Qur’an yakni peringatan diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah, kemudian turun ke bumi pada 17 Ramadhan. Sedangkan secara terminologi, Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa diturunkannya wahyu Allah SWT yakni Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril alaihisalam secara berangsur-angsur. Nuzulul Quran terjadi pada 17 Ramadhan, di Gua Hira pada Tahun ke-41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu lima ayat dari Surat Al-‘Alaq,” tegasnya.

Tenaga pendidik Pondok Pesantren Annuqayah daerah Latee tersebut juga mengutip salah satu tafsir dari Ibnu Katsir.

“Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Allah SWT memuji bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya, karena Dia telah memilihnya di antara semua bulan sebagai bulan yang padanya diturunkan Al-Qur’an yang agung. Dalam Surat Al-Qadar ayat 1, Allah Swt menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar, yaitu malam paling spesial dan paling mulia di bulan suci Ramadhan, malam yang sangat diharapkan seluruh umat Nabi Muhammad SAW, dan lebih baik dari pada seribu bulan,” pungkasnya.

Acara terakhir diisi dengan pelepasan beberapa balon ke udara sebagai simbolik dari perayaan Harlah Persal Putri oleh Nyai Raziqah selaku simpul alumni Persal Putri.

Pewarta: Lukmanul Hakim
Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga