Lenteng, NU Online Sumenep
Di banyak daerah, nahdliyin kerap kali melakukan perkumpulan rutinan. Selain sebagai media silaturahim, rutinan ini dimaksudkan untuk memperkuat soliditas dan militansi jam’iyah terhadap organisasi.
Lumrahnya, dalam rutinan ini banyak dilakukan amaliyah-amaliyah ke-NU-an, semisal tahlilan, yasinan, manaqiban, dan lain sebagainya. Bahkan, dalam pertemuan tertentu juga dilakukan pengajian atau tausiyah dari tokoh masyarakat setempat. Hal ini seperti yang dilakukan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Sabtu (02/01/2020).
Acara yang dimulai pada pukul 20.00 WIB ini dilakukan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Ustadz Ahmad. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari K. Abd. Wafi Nuh, tokoh masyarakat setempat.
Pada kesempatan ini, K. Abd. Wafi Nuh mengingatkan kepada hadirin akan pentingnya shalat jama’ah di tengah pandemi covid 19, dan beberapa cara doa yang mudah diterima oleh Allah.
“Di masa pandemi ini, hendaknya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah. Perlu bagi kita semua agar lebih istiqomah melakukan shalat jamaah,” dawuhnya.
Sementara itu, Ustadz Ali Sulaiman Ketua PRNU Desa Jambu mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan setengah bulan sekali dengan lokasi yang berpindah ke rumah-rumah pengurus.
“Kita hanya memberikan wadah agar bisa terus berkhidmat bersama para kiai. Semoga dengan keistiqamahan para pengurus, mampu memberikan semangat kepada anak-anak muda di Desa Jambu,” tuturnya.
Hal lain disampaikan oleh Ustadz Safraji, anggota PRNU Jambu. Ia mengatakan bahwa, kegiatan ini harus terus istiqamah. Hal ini sebagai bahan siraman rohani dan tawassul kepada orang tua, guru, dan pendiri NU yang sudah berjuang mengantarkan kita ke dunia yang penuh kedamaian dan ketenangan.
“Kita harus menjadi contoh bagi generasi muda. Jika kita tidak bisa memberikan contoh, maka diupayakan agar kita bisa mengajak pemuda-pemudi untuk berjuang bersama dalam menegakkan tradisi dan amaliyah ke-NU-an,” ujarnya.
Senada dengan hal itu, H. Surahwan sesepuh desa setempat juga menuturkan, bahwa diusianya yang mulai renta, tidak banyak hal yang bisa dilakukan selain berkhidmat dan menanamkan tradisi ke-NU-an kepada para pemuda. Karena NU adalah organisasi yang sangat cocok dijadikan sebagai bahan pegangan hidup, dengan toleransinya yang mampu diterima dan membawa kedamaian.
“Leluhur kita sudah memberikan amanah yang sangat luar biasa. Jadi, wajib bagi kita menjaga dan terus melestarikannya. Saya sangat berharap bisa lebih banyak lagi pemuda yang ikut dalam kegiatan rutin pengajian NU ini,” pungkasnya.
Pewarta: Imaduddin
Editor: A. Habiburrahman

