Image Slider

Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak Jadi Atensi Pergunu Sumenep

Rubaru, NU Online Sumenep 
Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Sumenep angkat bicara soal maraknya tindak pidana kekerasan seksual di Kabupaten Sumenep. Sebagai badan otonom NU yang bergerak di segmen tenaga pendidik, Pergunu Sumenep memandang miris bilamana di Kabupaten yang terkenal dengan sopan santun ini malah seringkali terjadi kasus asusila.

Hal ini disampaikan Ketua PC Pergunu Sumenep, Moh. Shaleh Sobari, usai menghadiri pertemuan rutin bulanan pengurus PC Pergunu Sumenep di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Selasa, (9/8/2022).

“Bagaimanapun kami sebagai guru sangat miris ada kejadian-kejadian seperti ini. Apalagi tindak pidana kekerasan seksual ini seringkali menimpa anak didik,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber, dalam kurun waktu dua tahun, sejak 2020 hingga 2022, kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak di Sumenep terus mengalami peningkatan. Polres Sumenep menyebutkan sebanyak 96 perkara, 77 di antaranya dapat diselesaikan. Sedang sisanya masih dalam proses penyidikan.

Oleh karena itu, pihaknya bertekad akan turut berperan dalam mengantisipasi kejadian kasus serupa. Salah satunya melalui sosialisasi ke sejumlah lembaga pendidikan tentang regulasi perlindungan perempuan dan anak.

“Di pertemuan rutinan tadi kita juga membahas dan mengkaji terkait kekerasan seksual, khususnya terhadap anak, di Kabupaten Sumenep,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga akan secara intens melakukan komunikasi dengan lapisan masyarakat, agar turut memberikan pengawasan dan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Karena kasus yang semacam ini bisa terjadi di mana saja, dan menimpa siapa saja. Termasuk para siswa,” pungkasnya.

Menurut Sholeh, maraknya tindak pidana kekerasan seksual sangat melukai hati setiap orangtua. Karena itu, ia berharap agar semua elemen masyarakat bersama-sama untuk melakukan pengawasan agar tidak terjadi hal serupa.

“Masa depan mereka, ana-anak yang menjadi korban kekerasan seksual ini masih panjang. Mari kita jaga,” pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga