Kota, NU Online Sumenep
Belakangan ini muncul anggapan miring terhadap Kiai yang terjun ke politik. Bahkan beberapa muncul stereotifikasi marwah kiai kalah pamor dengan uang. Apalagi saat momentum pemilihan umum, uang lebih berharga dari petuah kiai.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenepe, K. Qumri Rahman, di tengah-tengah acara Taaruf Pengurus Baru PC GP Ansor Sumenep. Acara tersebut dipusatkan di di Grha. KH. Wahab Chasbullah, Ahad (20/12/2020.
Mengamati anggapan tersebut Kiai Qumri terlihat geram dan menginstruksikan seluruh jajaran pengurus Ansor Sumenep untuk satu barisan menjaga ulama dan Kiai NU.
“Saya geram mendengar celotehan tersebut. Bahkan ada perkataan ‘Kiai besar pun bila mencalonkan diri di tampuk kekuasaan, jika tidak ada uangnya tidak bakal jadi.’ Kalau bukan ketua Ansor, saya siap menghadapi sendiri orang yang berkata demikian. Bagi saya ini penghinaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa anggapan-anggapan seperti ini perlu diluruskan. Ini menyangkut harga diri seorang santri. Kalau di luar Sumenep, Ansor berhadapan dengan golongan ekstremis, kita disini diadu dengan golongan sendiri untuk meruntuhkan marwah kiai.
“Saya intruksikan pada seluruh kader Ansor hingga ranting untuk menguatkan barisan. Salah satunya ialah mewajibkan ngaji kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah karya Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy’ari,” ungkap Qumri dengan nada gemetar.
Kiai Qumri menyebutkan bahwa kegiatan wajib ngaji karangan Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy’ari harus dilaksanakan hingga ke ranting-ranting. Hal ini bertujuan untuk menguatkan jami’iyah dan jamaah seluruh kader Ansor di lingkungan kepengurusan PC GP Ansor Sumenep. Selain itu, pengajian ini untuk memperkuat khidmat ideologi kader atau santri pada kiai, sehingga tidak sembarangan menjustifikasi dan seolah mengadu kiai satu dengan kiai lainnya.
“Bagaimana kita menjadi kader Ansor-NU dan diakui santrinya Mbah Hasyim, jika kita tidak membaca petuah-petuah karangan beliau,” ungkap Qumri.
Kegiatan taaruf sendiri adalah wahana perkenalan dan penandatanganan pakta integritas pengurus baru PC GP Ansor Sumenep menjelang rapat kerja. KH. Muhammad Imam Haramain, selaku Sekretaris PC GP Ansor Sumenep, mengatakan bahwa kegiatan taaruf ini diikuti seluruh pengurus baru masa khidmat 2020-2024.
“Kegiatan ini adalah awal kepengurusan baru PC GP Ansor. Pengurus baru perlu diberikan semacam brainstorming seperti dilakukan ketua tadi. Hal ini dilakukan agar kedepannya gerakan ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah yang dilakukan Ansor semakin masif,” pungkas Kiai Romin.
Pewarta: Mohamad Fathollah
Editor: A. Habiburrahman

