Lenteng, NU Online Sumenep
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lenteng menggelar Pengajian Akbar sebagai puncak rangkaian Semarak Ramadhan 1447 Hijriyah. Kegiatan yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Lapangan Sepakat Lenteng, Sumenep, Selasa (10/03/2026) malam.
Ketua PAC GP Ansor Lenteng, Musyfiqurrohman, menyampaikan bahwa pengajian akbar tersebut merupakan malam puncak sekaligus penutupan dari berbagai rangkaian agenda Semarak Ramadhan yang telah dilaksanakan.
“Kami sudah sekitar 10 hari berkegiatan. Malam puncak ini merupakan penutupan dari semua kegiatan yang dilakukan oleh seluruh lembaga dan banom di bawah naungan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lenteng,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam rangkaian kegiatan itu panitia tidak hanya menggelar pengajian akbar, tetapi juga menghadirkan sejumlah kegiatan sosial dan apresiasi kepada masyarakat.
“Acara ini di antaranya ada santunan anak yatim, apresiasi untuk guru ngaji, sekaligus pemberian hadiah dari tiga lomba yang telah kami laksanakan kurang lebih selama delapan hari,” jelasnya.
Musfiq menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menghidupkan suasana bulan Ramadhan sekaligus mempererat hubungan antara organisasi kepemudaan dengan masyarakat.
“Kami ingin Ramadhan tidak hanya diisi dengan ibadah personal, tetapi juga kegiatan bersama yang memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial,” katanya.

Sementara itu, Bendahara PAC GP Ansor Lenteng, Moh Iklil, mengatakan bahwa suksesnya kegiatan ini berkat dukungan berbagai unsur, baik pemerintah kecamatan, banom NU Lenteng, dan para donatur.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan para donatur Haswal Grup, Amanah Tani, Baznas, BMT NU, RSUD Sumenep, BV Video, Sahabat Jaya, dan BPRS. Karena tanpa dukungannya, acara ini tidak akan terlaksana secara sempurna,” ucapnya.
Relevansi Metode Dakwah
Agenda Pengajian Akbar itu mendatangkan penceramah Kiai Imam Sutaji. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya metode dakwah yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar pesan keagamaan dapat diterima oleh masyarakat secara luas.
“Model dakwah harus menyesuaikan dengan zaman. Ansor sekarang berdakwah di pasar malam. Ini bagian cara untuk mengenalkan program Ansor di tengah masyarakat yang luas dan tepat sasaran,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, dakwah tidak selalu harus dilakukan di ruang-ruang formal, tetapi juga bisa hadir di tengah aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Dengan cara tersebut, pesan keagamaan dapat lebih mudah diterima dan dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Diketahui, acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintahan Kecamatan Lenteng, pengurus MWCNU Lenteng, pengurus lembaga dan banom NU, donatur, dan ratusan masyarakat.
Editor: A Habiburrahman

