Di Lasem ada seorang tokoh masyhur bernama KH. Maksum Lasem. Beliau adalah sesepuh dan pendiri NU. Setiap mengajar, beliau terbiasa memberikan tamrin atau latihan kepada santrinya. Latihan itu untuk mengetahui daya serap santri terhadap pelajaran.
Suatu hari, KH Maksum melontarkan sebuah pertanyaan. Tak seorang pun dari kalangan santri yang bisa menjawab dengan benar.
“Ayo! Siapa yang bisa menjawab dengan benar?” tanya KH. Maksum.
Suasana hening. Tidak ada yang menjawab.
“Siapa?” KH. Maksum mengulang pertanyaan.
Masih hening. Beberapa saat kemudian seketika terdengar dari arah belakang; suara yang tidak terlalul keras, tetapi jelas.
“Maksum,” kata santri itu.
“Maksum siapa?” tanya KH. Maksum.
“Maksum Lasem,” jawab santri itu santai.
“Siapa itu?” tanya KH. Maksum sambil tersenyum.
Ternyata santri itu adalah Imran Hamzah yang setelah dewasa menjadi KH. Imran Hamzah, Rais Syuriah PBNU 1999-2004.
Diambil dari buku “Menristek Kalah Sama Santri Madura, kumpulan Humor Santri dan Kiai” Karya Moh. Fathor Rois.

