Kota, NU Online Sumenep
Pengurus Cabang (PC) Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri (Kopri) Kabupaten Sumenep memperingati hari lahir yang ke-55 pada Selasa (29/11/2022) di Pendopo Asta Tinggi.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran mantan Ketua Kopri PC PMII Sumenep dari periode pertama sampai ketujuh serta perwakilan kader Kopri dari sebelas komisariat se-Sumenep.
Ketua Kopri pertama, sahabati Mastura berpesan bahwa momentum harlah Kopri harus dijadikan sebagai gerakan Kopri dalam melakukan terobosan baru baik dari segi Intelektual maupun advokasi.
“Saya sangat mengapresiasi kepada seluruh kader Kopri karena semangatnya sangat luar biasa. Di usia 55 ini kopri tidak lepas dari proses dinamika yang panjang,” tuturnya.
Kader Kopri juga harus memiliki karakteristik tersendiri dan harus tetap berlandaskan kepada keislaman karena kita merupakan pergerakan mahasiswa Islam Indonesia. Imbuhnya.
“Semoga semangat perayaan hari ulang tahun yang ke-55 dengan tema “Kopri Mandiri dan Maju untuk Indonesia”, menjadi semangat bersama untuk terus mengembangkan kualitas kader-kader kopri khususnya Sumenep,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum PC PMII Sumenep memiliki harapan agar harlah ini dijadikan sebagai spirit perjuangan yang lebih besar sebagai gerakan Kopri kedepan untuk berkiprah diberbagai sektor.
“Ratu Kalinyamat, Aku adalah peluru, maka Kopri hari ini harus menjadi peluru di pesantren dan diluar pesantren,” ujar Abdul Mahmud.
Lina Wafia, Ketua Kopri Cabang PMII Sumenep mengatakan kegiatan Harlah ini merupakan awal dari gerakan Kopri periode 2022-2023 dalam menyatukan persepsi antar pengurus dan kader yang dikemas dengan Kopri In memories “Kopri Mandiri dan Maju untuk Indonesia”.
“Kader kopri harus terus meng-upgrade soft skill dan hard skill-nya, sehingga bisa berkontribusi terhadap organisasi PMII,” tandasnya.
Editor : Ach. Khalilurrahman

