Image Slider

LFA Guluk-Guluk Lakukan Pengamatan Gerhana Matahari Hybrid

Lenteng, NU Online Sumenep

Pengurus Lajnah Falakiyah Annuqayah (LFA) Guluk-Guluk, Sumenep melaksanakan pengamatan Gerhana Matahari Hybrid, sekaligus melaksanakan shalat sunnah kusuf syamsi di Masjid Miftahul Ulum, Desa Lenteng Timur, Lenteng, Kamis (20/04/2022).

Ketua LFA Guluk-Guluk Moh Ilham Wahyudi mengatakan, Gerhana Matahari Hybrid akan melintasi wilayah Indonesia pada 20 April 2023. Hal ini mengutip penjelasan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Republik Indonesia (RI) di akun Instagramnya.

“Gerhana Matahari Hybrid terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris. Gerhana Matahari Hybrid terdiri atas dua tipe gerhana, gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total,” terangnya.

Dilanjutkan, di tempat tertentu, piringan bulan teramati dari bumi lebih kecil dari piringan matahari. Sehingga matahari tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya.

“Di Sumenep hanya bisa menyaksikan Gerhana Matahari sebagian saja. Sementara, awal gerhana terjadi pada jam 09.31 WIB, puncak gerhana terjadi pada jam 10.57 WIB, dan akhir gerhana terjadi pada jam 12.27 WIB,” tegas mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini.

Menurutnya, fenomena ini dapat diamati dengan menggunakan filter secara khusus agar mata dapat tetap sehat dan aman. Jika tidak menggunakan filter, pengamatan akan dapat membahayakan mata. Sebab, mata secara refleks akan sangat menyipit dan berkedip lebih cepat manakala menatap matahari secara langsung, seiring terang benderangnya matahari dan langit di latar belakang.

Diikuti pupil yang mengecil sesempit mungkin, sehingga jumlah sinar matahari yang masuk ke dalam lensa mata menjadi sesedikit mungkin.

“Alat yang dapat digunakan untuk mengamati Gerhana Matahari adalah teleskop yang dilengkapi filter Matahari, kacamata khusus gerhana Matahari, dan kamera DSLR lensa telephoto yang dilengkapi filter Matahari dan kamera pinhole (lubang jarum),” ujarnya.

Di samping itu, tambah Ilham, ketika terjadi Gerhana Matahari yang harus diakukan adalah mengingat Allah SWT dengan cara melaksanakan shalat kusuf syamsi.

“Dengan melaksanakan shalat kusuf, menandakan kita mengakui keberadaan-Nya, mengenal tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, sehingga kita bisa semakin bertakwa kepada Allah,” pungkasnya.

Diketahui, pengamatan Gerhana Matahari Hybrid diikuti oleh 20 orang Pengurus LFA Guluk-Guluk, beberapa masyarakat, dan Nahdliyin-Nahdliyat setempat. Sedangkan pelaksanaan shalat kusuf diikuti oleh 70 orang masyarakat sekitar.

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga