Image Slider

LPNU Sumenep Bakal Rilis Kulakan Outlet Sembako Berbasis Komunitas

Batuan, NU Online Sumenep

Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Sumenep menggelar silaturahim dengan pengurus harian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) guna mempersiapkan perilisan Kulakan Centre: Jaringan Outlook Sembako berbasis Komunitas, Selasa (22/03/2022) di kantor setempat.

KH A Pandji Taufiq, Ketua PCNU Sumenep berharap agar mengangkat produk petani. Karena warga berhutang budi pada petani.

“Bukan saja saat kita membutuhkan beras saat mengkonsumsi, tetapi petani istiqamah bekerja keras untuk hajat hidup masyarakat meskipun mereka nyaris tidak diuntungkan,” ujarnya saat memberi pengarahan.

Kiai Qudsi Wahid, Ketua LPNU Sumenep menjelaskan bahwa kulakan adalah brand sekaligus konsep toko kelontong yang fokus pada produk-produk Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan kebutuhan kegiatan ke-NU-an, seperti hajatan, tahlilan, istighotsah, dan sejenisnya.

Lewat wadah ini, lanjutnya, kegiatan diniyah tersebut tidak terjadi benturan dengan toko kelontong lainnya yang notabene milik warga NU.

“Program kulakan dibuat untuk membangun ekosistem perekonomian dalam rangka memenangkan persaingan dan menguasai ujung tombak perekonomian,” terangnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Kamis (23/03/2022).

Kiai Qudsi menguraikan, konsep kulakukan yang akan ia rilis sangat beragam. Yakni, transaksi berbasis digital, zakat maal 2,5 persen, pengembangan 10 persen, dan wajib bagi hasil antara lain: zakat maal 2,5 persen, fakir miskin 4,5 persen, pengelola 4,5 persen dan pengembangan 10 persen.

Adapun produk untuk outlet kulakan didapat dari konsinyasi. Di mana pemilik barang, khususnya Sembako yang akan disuplay ke kulakan dengan catatan harga, jauh di bawah pasaran.

“Kedua, dari lembaga atau unit usaha yang dimiliki oleh lembaga sudah memiliki modal yang didapat dari unit usaha yang dimilikinya. Bisa dalam bentuk uang,” ungkap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu.

Tak hanya itu, equity crowdfunding atau investor harus menggalang dana modal dari jamaah internal.

“Memang bukan hal yang mudah, karena membutuhkan kepercayaan penuh. Apalagi masih awal, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Yang terpenting sekarang, bagaimana bisa diakses dengan mudah, transparan, open manajemen dan berbasis teknologi,” tandasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga