Image Slider

Manfaat ASI Bagi Bayi

Berbahagialah seorang ibu yang menyusui anaknya sampai dua tahun. Karena tidak semua ibu dapat melakukan hal ini. Bisa disebabkan adanya kesibukan, kendala kesehatan ibu yang tidak bisa menyusui, tidak bisa memproduksi asi, dan bayinya tidak mau menyusui.

Rasulullah SAW bersabda bahwa, memberi Asi untuk anak memberikan pahala layaknya memerdekakan budak. Sementara menurut Ali bin Thalib, Asi merupakan susu yang sangat bermanfaat bagi anak. Berangkat dari kesadaran ini, maka Islam sangat menganjurkan menyusui anaknya sampai dua tahun. Bagi yang berhalangan bisa meminta tolong kepada orang lain berdasarkan keputusan bersama oleh kedua orang tua. Seperti halnya Nabi Muhammad SAW disusui oleh Halimah binti Abi Dzu’aib.

Sebelum Nabi disusui oleh wanita dari Bani Sa’ad, kondisi pendesaannya tandus. Kedatangan Nabi membawa perubahan, yakni air susu kambing melimpah dan kondisi tandus menjadi subur. Keberkatan juga datang dalam bentuk banyak tanaman tumbuh hijau, sehingga hewan pulang dalam kondisi kenyang.

Air Susu Ibu (Asi) merupakan rahmat Allah SWT yang penuh keajaiabn. Air susu ibu merupakan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar payudara ibu melalui prosesn laktasi. Berwarna putih dan mengandung komponen-komponen zat gizi maupun non gizi. Secara garis besar, asi terdiri atas 88.1% air, lemak 3.8%, protein 0.9%, laktosa 7.0%, dan komponen lainnya sebesar 0.2%.

Dalam ilmu anatomi tubuh, kelenjar memang diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan memberikan khasiat yang terbaik bagi pertumbuhan bayi. Pada kenyataannya, di awal kelahirannya, bayi telah memiliki naluri untuk menyusu pada ibu. Jika bayi baru lahir diletakkan di dada sang ibu, beberapa menit kemudian ia akan mencari puting susu ibu. Hal ini disebabkan aroma puting ibu sama dengan aroma air ketubah.

Asi memiliki kandungan nutrisi lengkap yang keragamannya sesuai dengan porsi kebutuhan bayi dan masa pertumbuhan bayi. Asi yang dihasilkan dari kelenjar susu ternyata berbeda komposisinya dari waktu kewantu. Terdapat tiga bentuk Asi yang berbeda dalam komposisi dan karakteristiknya, yaitu kolostrum, Asi transisi, dan Asi matang.

Kolostrum merupakan cairan yang dihasilkan payudara setelah melahirkan selama 4-7 hari dengan volume 150-300 ml/hari, serta memiliki perbedaan karakteristik maupun konsisi dengan Asi matang.

Asi transisi dihasilkan dalam waktu 8-20 hari setelah kolostrum. Kandungan lemak dan laktosa di dalamnya lebih tinggi, sedangkan protein dan mineralnya lebih rendah.

Asi matang (mature) dihasilkan >21 hari setelah melahirkan dan memiliki volume 300-850 ml/hari yang dipengaruhi stimulasi pada saat menyusui. Dengan kandungan protein, lemak, dan asam lemak omega 3 yang mudah dicerna.

Berikut manfaat manfaat Asi bagi anak. Pertama, pertumbuhan fisik dan perkembangan bayi akan tumbuh dengan optimal. Kedua, membantu perkembangan otak, sistem syaraf, dan meningkatkan IQ. Ketiga, melindungi bayi dari penyakit, seperti gangguan pencernaan, pernafasan, dan telinga. Karena Asi mengandung sel-sel hidup dan antibodi. Keempat, mengurangi resiko kencing manis dan kanker pada anak. Kelima, melindungi dari resiko alergi. Keenam, mengurangi resiko inflamasi atau infeksi kolon bayi prematur. Ketujuh, mengurangi karies gigi, penglihatan, cacat dalam berbicara, dan menguatkan pertumbuhan rahang. Kedelapan, mengurangi resiko penyakit jantung. Kesembilan, mengurangi resiko sindrom kematian bayi. Kesepuluh, menyusui akan membangun ikatan yang kuat antara ibu dengan anak.

Bersyukurlah bagi ibu yang telah menyusui anaknya. Sebab dalam tubuhnya telah tersimpan zat-zat gizi alami yang berguna bagi pertumbuhannya. Selain itu, Asi juga mengandung DHA (Dekosaheksaenoat) dan ARA (Asam Arakidonat) yang sangat berguna bagi perkembangan kognitifnya. Juga ada kandungan SA (Sialic Acid), zat yang berguna untuk perkembangan otaknya.

Manfaat bagi ibu menyusui. Pertama, melindungi ibu dari resiko kanker payudara dan kanker ovarium. Kedua, membantu mengurangi berat badan ibu pasca melahirkan. Ketiga, mengecilkan perut, karena adanya hormon oksitosin yang membantu merampingkan rahim. Keempat, mempercepat pemulihan ibu setelah melahirkan. Kelima, menghemat waktu dan uang. Keenam, mengurangi resiko pengeroposan tulang dan resiko jantung.

Referensi: Majalah Khidmah, 2014 setelah diedit ulang oleh Redaksi.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga