Pragaan, NU Online Sumenep
Di acara pembukaan Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Pragaan, menampilkan atraksi pendekar yang diiringi musik tradisional gul-gul, Jum’at (11/02/2022) di halaman kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatull Uama (MWCNU) setempat.
Saat atraksi penampilan pencak silat, ada 2 pendekar cilik yange menyita perhatian khalayak. Karena mereka berdua mahir menggunakan senjata tajam, lihai dalam bergelut, dan terbang saat menampilkan lompat harimau. Sorak-sorak penonton ramai saat melihatnya tampil lincah dalam mempertunjukkan seni bela diri.
Dia adalah Agil Azzabanda, putra Muhammad Ra’is dan Jamilah. Ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Karduluk. Agil mengikuti olahraga bela diri ini untuk menjaga kesehatan atau membugarkan tubuh. Bahkan salah satu alasan ia bergabung dalam kelompok silat tradisional ini atas permintaan orang tuanya.
“Yang paling sulit adalah saat memahami jurus, sabung, dan teknik menggunakan senjata tajam dan toya. Semoga kiprah kami di pencak silatm enjadi pemacu semangat teman-teman kami bahwa ikut pencak silat untuk mengawal NU dan ulama,” ungkapnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Ahad (13/02/2022).
Menurutnya, belajar pencak silat tidak hanya dilatih fisik, tetapi pelatih juga mendidik ruhani dan akhlak, supaya anak didiknya tidak menjadikan teknik bela diri ini secara sembarangan.
“Saat menguasai jurus dan mahir menggunakan senjata tajam, teknik ini bukan untuk pamer-pameran, apalagi memukul orang lain. Tetapi, kami belajar untuk berjaga-jaga membela diri saat ada orang jahat,” tuturnya.
Dirinya mengajak kepada seluruh pelajar untuk melestarikan kebudayaan tradisonal ini yang hampir terkikis oleh zaman. Terutama pencak silat lokal yang sejak dulu sudah ada.
“Selain menguasai jurus, terdapat nilai positif lainnya, yakni bisa memperbanyak teman. Oleh karenanya, kami tak hanya memiliki teman di sekolah dan di lingkungan keluarga, melainkan punya teman di luar dugaan,” tandasnya.

