Oleh: Lukmanul Hakim
Salah satu bacaan zikir yang selalu penulis ingat menjelang akhir tahun ketika masih menimba ilmu di Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk adalah “Ya Muhawwilal Ahwal, Hawwil Halana Ila Ahsanil Ahwal.” Artinya adalah “Wahai Dzat yang mengubah keadaan, ubahlah keadaan kami kepada sebaik-baiknya keadaan.” Dalam zikir ini, terpatri sebuah pesan betapa pentingnya muhasabah akhir tahun.
Meskipun bacaan zikir tersebut biasanya dibaca di akhir tahun hijriyah, namun tidak ada salahnya juga dibaca dan di akhir tahun masehi ini. Salah satu tujuan dan harapan membaca zikir ini tiada lain agar Allah SWT, sebagai Dzat Yang Maha Kuasa menempatkan kita dalam sebaik-baiknya keadaan.
Sudah tentu, setiap orang menginginkan keadaan yang terbaik. Tentunya pula untuk mencapai keadaan terbaik tersebut diperlukan langkah-langkah. Salah satu langkah yang bisa ditempuh agar keadaan kita menjadi lebih baik adalah melakukan muhasabah akhir tahun.
Urgensi Muhasabah Diri di Akhir Tahun Bagi Orang Beriman
Muhasabah diri di akhir tahun sangat penting dilakukan oleh orang-orang yang beriman. Meskipun pada hakikatnya melakukan muhasabah atau intropeksi diri harus dilakukan setiap saat, namun melakukan muhasabah di akhir tahun rasanya cukup penting.
Dengan muhasabah akhir tahun ini, kita bisa merefleksikan apa yang telah kita lakukan selama satu tahun kebelakang. Tentunya dengan melakukan muhasabah ini, kita akan tahu kesalahan-kesalahan apa yang telah diperbuat. Kita juga tahu di mana kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki.
Setelah mengingat dan merefleksikan apa yang dilakukan tersebut, lantas buatlah pertanyaan-pertanyaan yang terkait. Seperti, apa saja yang saya lakukan satu tahun ini ? Apakah yang saya lakukan itu telah bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain ?
Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan tersebut lantas susunlah sebuah resolusi untuk satu tahun mendatang. Tentunya resolusi tersebut berisi harapan dan keinginan yang akan dicapai.
Perintah Muhasabah Akhir Tahun
Bagi orang beriman muhasabah akhir tahun merupakan hal yang amat penting, selain untuk refleksi diri dan pembaharuan niat serta tujuan. Melakukan muhasabah merupakan perintah Allah SWT, sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran Surat Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Dalam ayat ini, Allah SWT selain memerintahkan orang beriman untuk bertakwa, juga memerintahkan untuk melihat (muhasabah) terhadap apa yang telah dilakukan untuk hari esok.
Sebagian besar para ulama menafsirkan kata hari esok dalam ayat ini dengan akhirat. Namun demikian, pastinya hari esok dalam ayat ini tidak hanya terbatas untuk akhirat saja melainkan untuk masa depan.
Allah SWT dengan jelas memerintahkan kepada orang beriman untuk melihat apa-apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Tentunya melihat apa-apa yang telah dilakukan ini paling efektif yaitu dengan bermuhasabah. Dan waktu akhir tahun juga merupakan waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah. Melakukan ini berarti jelas melaksanakan perintah Allah SWT, dan bukanlah melaksanakan perintah Allah SWT adalah suatu kewajiban.?
Muhasabah dan Tabiat Manusia
Dalam muhasabah akhir tahun ini, ada hal penting untuk diketahui, yaitu sebenarnya manusia itu bisa melihat dirinya sendiri dengan baik dan benar, manusia bisa bermuhasabah dengan baik dan benar. Hal ini karena manusia akan menjadi saksi untuk dirinya sendiri. Meskipun manusia itu juga selalu mempunyai banyak alasan untuk menyangkal. Al-Qur’an sendiri telah menegaskan ini:
بَلِ الإنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ (١٤) وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ (١٥)
Artinya: “Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, Dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.” (QS. Al-Qiyamah: 14-15).
Ayat ini jelas mengatakan bahwa sebenarnya (hati) manusia itu mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, meskipun ketika melakukan kesalahan akan selalu menyangkal dengan berbagai alasan, akan tetapi tetap dirinya pasti tahu tentang kebenarannya.
Walhasil, dengan melakukan muhasabah akhir tahun, kita akan ditempatkan oleh Allah SWT ke dalam sebaik-baiknya tempat. Dan sebagai penutup, penulis sampaikan pesan Sahabat Umar bin Khattab yang berbunyi:
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ
Artinya: “Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal.”
*) Mahasiswa Pascasarjana Instika Guluk-Guluk, Kepala Perpustakaan Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Dewan Redaksi Jurnal Pentas Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk, Pengurus Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Lembung Barat, dan Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Tahun 2014-2021.

