Ganding, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ganding, Sumenep, memberikan atensi penuh terhadap nasib petani tembakau di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Pasalnya, hingga kini harga jenis tanaman daun emas ini masih memperihatinkan.
Tembakau yang tak lagi menjanjikan itu, telah membuat sejumlah petani pesimis. Banyak dari mereka yang beralih ke jenis tanaman lainnya. Namun, tak dapat dipungkiri, potensi besar tanah Madura akan kualitas tembakau masih terus diperjuangkan oleh berbagai pihak.
Lewat Halaqah Tembakau, MWCNU Ganding secara khusus mengemas pertemuan Bahtsul Masail dengan membahas seputar problematika harga tembakau. Bahkan juga menghadirkan Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura ((P4TM) Korwil Sumenep, H Mukmin.
Wakil Rais PCNU Sumenep, KH Washil Hasyim mengatakan bahwa selama ini belum banyak pihak yang secara tegas membela, mengawal sekaligus memperjuangkan nasib tembakau Madura. Sehingga hingga saat ini pula belum ada solusi tepat untuk menaikkan harga daun emas tersebut ketika musim panen.
“Semua pelaku tembakau, baik pedang, bandul hingga gudang yang membeli hasil panen Tembakau Madura para petani semuanya berpihak kepada Pabrik rokok, jadi tidak ada yang memperhatikan nasib petani tembakau,” ungkap Kiai Washil saat menghadiri Halaqah Tembakau di Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin, Jalan Lorong Anyar, Ganding, Jumat, (4/8/2023).
Dirinya menegaskan, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan harus hadir menjawab persoalan tersebut. Termasuk mengawal dan memperjuangkan nasib petani tembakau agar harga jualnya tidak lagi dipermainkan dengan harga murah oleh pabrikan.
“Jadi kita NU saat ini harus hadir untuk membela nasib petani tembakau, agar kedepan para petani kembali menggeliat untuk menanm tembakau ketika masuk musim tembakau,” tambahnya.
Kiai Washil pun meminta agar segenap warga dan pengurus NU hendaknya memberikan edukasi kepada para petani. Agar di dalam bertani tembakau dilandasi kejujuran. Mulai dari masa tanam, panen hingga pengeringan.
“Misalnya kalau belum masuk masa panen atau tembakaunya masih muda ya jangan dipanen dulu. Begitu juga ketika panen hingga proses pengeringan jangan dicampur-campur dengan bahan lain, seperti gula, semen atau lainnya,” pintanya.
“Karena ingin beratnya bertambah maka ditambah gula 10 hingga 15 Kg misalnya, itu tidak boleh, namanya itu tidak jujur dalam bertani, ” lanjut Kiai Washil.
Sementara itu, Korwil Sumenep P4TM, H. Mukmi menyampaikan, bahwa sejauh ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan atau mengembalikan harga tembakau seperti pada puluhan tahun silam. Salah satunya instens berkomunikasi dengan pihak pabrik gudang dan pemerintah.
“Salah satu upaya kami adalah dengan meminta kepada pabrik atau gudang dan kepada pemerintah agar tidak memasukkan tembakau Jawa ke Madura, sebab hal itu sangat merugikan petani tembakau di Madura,” tegasnya.
Bahkan pria yang juga sebagai Direktur Perusahaan Rokok (PR) Bahagia yang berlokasi di Kecamatan Ganding itu berjanji, untuk tahun ini akan membeli langsung hasil panen tembakau Madura kepada petani.
“Pada musim tembakau tahun ini kami akan membeli hasil penen tembakau para petani. Silahkan antarkan langsung ke gudang kami. Kami akan buka mulai tanggal 14 atau 15 Agustua ini,” ungkapnya.
“Bahkan kami pastikan pengambilan poster atau sampel tembaku sesuai kesepakatan bersama tidak boleh lebih setengah kilogram. Jika nanti adan pedagang atau bandul mengambil lebih dari itu silahkan laporkan ke kami,” pungkasnya.
Diketahui, Halaqah Tembakau ini dihadiri sejumlah pengurus Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Ganding.
Hadir pula pada acara itu, Wakil Rais PCNU Sumenep, KH A Washil Hasyim, Rais MWCNU Ganding, KH Moh Haqqi Ahata, Ketua MWC NU, Moh Syukur Saleh, serta seluruh pengurus MWC NU, Lembaga dan Banom. Diikuti pula Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Ganding.
Editor: A Habiburrahman

