Image Slider

Nahdliyin, Berikut Makanan Pantangan saat Sahur dan Buka Puasa

Kota, NU Online Sumenep
Bulan Suci Ramadhan, aneka makanan dan minuman dapat dengan mudah ditemukan. Baik di pinggir jalan, bazar, bahkan tidak jarang ada yang memasarkan via online lengkap dengan jasa antar jemput. Apalagi saat menjelang waktu buka puasa.

Seiring perkembangannya, aneka makanan dan minuman itu juga bisa didapatkan dengan gratis di beberapa tempat yang memang menyediakan menu buka puasa gratis. Seperti masjid, mushalla, dan lain sebagainya. Betapa Bulan Suci Ramadhan dipenuhi dengan keberkahan dan keistimewaan.

Kendati demikian, masyarakat perlu memperhatikan beberapa jenis makanan yang perlu dihindari saat sahur dan buka puasa. Bila tidak, kesehatan akan terganggu dan pada gilirannya ibadah puasa menjadi tidak lancar.

Ketua Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Sumenep, dr. H. As’ad Zainudin menjelaskan beberapa makanan pantangan saat sahur dan buka puasa. Tidak lain, hal tersebut sebagai ikhtiar dalam menjaga kesehatan agar tetap fit dan bugar selama menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Berikut ini beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari:

Pertama, makanan dan minuman manis yang terlalu berlebihan. Menurut Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep ini, mengonsumsi makanan dan minuman manis yang terlalu berlebihan akan menimbulkan gangguan kesehatan.

“Di antaranya tubuh justru cepat lelah dan lemas, dan perut mudah kembung karena kadar gula yang terlalu tinggi. Selain itu, dalam waktu yang lama akan mudah menambah berat badan, dan ini tidak bagus bagi yang sudah memiliki masalah obesitas atau kegemukan,” ujarnya kepada NU Online Sumenep.

Kedua, minuman bersoda. Mengonsumsi minum-minuman yang bersoda bisa mengakibatkan gangguan pencernaan, terutama bagi yang memiliki gangguan pencernaan kronis.

“Karena minuman bersoda mempunyai kandungan asam yang jika bercampur dengan asam lambung dapat mengakibatkan rasa mual dan perut kembung. Terutama hati-hati jika waktu berbuka puasa,” ungkap pria yang juga Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep itu.

Ketiga, makanan pedas. Saat hendak berbuka puasa, kondisi perut dalam keadaan kosong. Bila mengonsumsi makanan yang pedas justru bisa memicu rasa perih, mulas dan sakit perut.

“Dan makanan pedas bisa mengiritasi dinding lambung,” imbunya.

Keempat, gorengan. Makanan dengan kandungan minyak yang tinggi ini juga merupakan pantangan saat sahur dan buka puasa. Sebab, kandungan minyak dalam gorengan sulit untuk dicerna.

“Juga dapat meningkatkan produksi gas di dalam perut, sehingga terkadang menyebabkan perut sakit dan bisa terjadi diare,” paparnya.

Kelima, buah asam dan kecut. Menurut dr. As’ad, sapaan akrabnya, buah yang bersifat asam lebih baik dihindari. Terutama ketika berbuka puasa. Karena buah yang bersifat asam bisa meningkatkan produksi asam lambung.

“Selain itu juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di daerah sekitar dada dan perut. Terutama bagi yang memiliki gangguan pencernaan kronis,” terangnya.

Keenam, kopi. Pada saat perut kosong, hendaknya menghindari minum kopi waktu berbuka puasa. Karena menurut dr. As’ad, kopi dapat menyebabkan peningkatan asam lambung.

“Kopi bisa merangsang dehidrasi karena memiliki efek diurentik atau sering kencing,” jelasnya.

Ketujuh, makanan yang bersifat asin. Pada saat sahur, makanan yang bersifat asin perlu dihindari. Karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan natrium dalam tubuh. Juga bisa membuat merasa harus saat berpuasa.

Kemudian makanan pantangan saat sahur dan buka puasa yang berikutnya adalah makanan siap saji (fast food atau junk food). Menurut Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumenep ini, makanan siap saji banyak mengandung MSG dan kadar gula yang tinggi.

“Jika perut tidak kuat, maka bisa mengakibatkan perut tidak nyaman dan rasa mual,” jelasnya.

Ia mengimbau agar Nahdliyin dan masyarakat secara umum lebih selektif dalam memilih aneka makanan dan minuman, utamanya saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

“Tentu agar kita tetap dalam keadaan sehat. Sehingga ibadah puasa kita lancar dan tidak ada hambatan akibat dari penyakit. Semoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT, amin,” pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga