Nonggunong, NU Online Sumenep
Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Rosong Nonggunong mengajak kepada Nahdliyin agar memaknainya dengan kegiatan syiar Islam, karena sangat baik untuk perkembangan agama.
Menurutnya, hari santri merupakan momen bagi santri untuk mengembalikan jati diri kebangsaan serta mengembalikan adat tradisi bahwa santri cinta damai dan cinta kebaikan. Terlebih di era digital yang penuh hoax dan ujaran kebencian.
“Berita hoax, ujaran kebencian tersebut tentunya harus kita hindari bahkan kita lawan, karena pada dasarnya Indonesia dibangun dengan kedamaian, cinta kasih, toleransi dan saling hormat-menghormati,” ucapnya saat memberi sambutan di acara Istighotsah dan Ngaji Kesantrian yang dihelat oleh PRNU Rosong di Masjid Dusun Rosong Tengah, Rosong, Nonggunong, Rabu (11/10/2023).
Tak hanya itu, dirinya juga mensosialisasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren, dan Perpres 82 tahun 2021 Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur No 1 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.
“Selamat Hari Santri, Jihad Santri Jayakan Negeri,” tandasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Rosong, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nonggunong beserta lembaganya, pengurus ranting setempat, seluruh badan otonom NU di tingkat ranting, seperti Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nonggunong, Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Rosong, penggiat shalawat, tokoh pemuda dan masyarakat umum.
Editor: A Habiburrahman

