Kota, NU Online Sumenep
Jembatan Suramadu yang menjadi icon warga Madura dan Surabaya akan dilakukan penutupan di jalur roda dua. Penutupan dilakukan karena ada pemasangan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) di jalur sepeda motor.
Sebagaimana dilansir NU Online Jatim, penutupan dimulai pada Kamis (14/07/2022). Guna memberikan kenyamanan pada pengendara motor, jalurnya akan dialihkan ke jalur roda empat, tepatnya di sisi paling kiri.
Diketahui, penambahan pasokan listrik lantaran kebutuhan listrik semakin bertambah. Awalnya 290 megawatt, namun di tahun 2023 diperkirakan mencapai 300 megawatt. Untuk mengatasi problem tersebut, akan dipasang 5.440 meter sepanjang jembatan Suramadu.
“Pemasangan SKTT oleh PLN akan menyebabkan pemadaman secara bergilir di beberapa wilayah. Kami akan menambah 300 megawatt,” kata Rizki Aftarianto Manager Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) 2, dikutip suarasurabaya.net.
Fathol Amin, Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Sumenep menyadari bahwa bulan lalu Madura mengalami pemadaman secara bertahap akibat pemasangan SKTT yang dipasang di jalur sepeda motor dari arah Surabaya ke Madura.
“Kali ini dilanjutkan pemasaran SKTT dari arah Madura ke Surabaya. Oleh karenanya, kami mengimbau kepada Nahdliyin yang sedang bepergian ke luar Madura, agar berhati-hati saat menyeberangi jembatan Suramadu. Pasalnya kondisi cuaca saat ini, sering hujan,” tuturnya.

