Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Sumenep menggelar kegiatan praktik membuat APE dengan tema ‘Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Anak Usia Dini (AUD)’ di Gedung Laboratorium PIAUD, Kamis (14/07/2022).
Acara tersebut dilaksanakan di ruang praktik HMP PIAUD yang sengaja didirikan untuk mengasah kemampuan dan kreatifitas mahasiswa. Diketahui, panitia menghadirkan Farah Fadhilah dan Hasanah sebagai penyaji.
Hasanah menjelaskan bahwa APE adalah alat permainan edukatif yang dirancang untuk mengoptimalkan perkembangan dan kecerdasan anak usia dini yang bernilai edukatif.
“APE dapat berfungsi dalam pengembangan anak, baik dari segi agama, moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, dan sosial emosional, serta kecerdasan anak (multiple intelligensi),” terangnya.
Disebutkan, ada lima syarat dan pemanfaatan APE menurut beberapa ahli. Pertama, merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan maupun pengaturan waktu.
Kedua, mengatur penempatan semua peralatan dan perabotan yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dan keamanan. Ketiga, segala kegiatan yang dipersiapkan oleh guru harus memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.
“Keempat, memperhatikan apakah kegiatan yang dilaksanakan itu menyenangkan atau membosankan. Kelima, melatih kemampuan anak,” sambung alumni PIAUD Instika Guluk-Guluk itu.
Menurutnya, APE harus aman bagi anak. Sedangkan ukuran berat APE harus disesuaikan dengan usia anak yang desainnya jelas dan mempunyai fungsi untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak.
“Hal terpenting dapat dimainkan dengan berbagai variasi, namun tidak terlalu sulit sehingga membuat anak frustasi. Sebaliknya jangan terlalu mudah sehingga membuat anak mudah bosan. Walaupun sederhana tetap menarik, baik warna maupun bentuk. Bila bersuara, suaranya harus jelas agar mudah diterima oleh semua kebudayaan. Juga tidak mudah rusak,” katanya.
Di saat yang sama, Farah Fadhilah yang membawa alat dan bahan separuh jadi mempraktikkan dan membentuk kelompok guna mempermudah pembuatan APE.
Simulasi pertama yang ia praktikkan adalah membuat APE papan pintar yang terbuat dari kardus bekas, kertas emas, dan beberapa gambar yang sudah berwarna.
“Pertama, kardus bekas dibuat segi empat, lalu dilapisi dengan kertas emas agar kotak tersebut enak dilihat. Selanjutnya kardus kedua ditempel ke kotak kardus, lalu gambar apel berwarna juga ditempel. Kotak kardus yang sudah tapi diisi huruf A sampai Z, dan diisi angka 1 sampai 10,” ujarnya sambil membuat APE.
Pasca membuat APE, Farah menjelaskan bahwa papan pintar ini mengandung tiga aspek perkembangan. Yakni, mengembangkan kognitif anak saat menghitung beberapa apel yang ada di papan tersebut.
Tak hanya itu, papan APE menumbuhkan rasa sosial dan emosional ketika anak mencari angka maupun huruf yang dibutuhkan. Juga bahasa ketika anak membaca kata apel.
“APE bisa kita mengubah tema sesuai kebutuhan kita, dari gambar apel bisa diubah ke gambar pohon, ikan, dan sebagainya. APE ini dapat bertahan lama, karena bahan utamanya adalah kardus,” pungkasnya.
Editor : Firdausi

