Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama merupakan momentum yang ditunggu-tunggu oleh setiap Nahdliyin. Selain dalam rangka menguatkan perjuangan-perjuangan NU di masa sekarang, momentum ini juga merefleksikan sejarah perjuangan NU pada masa lampau sejak berdirinya, hingga saat ini tetap istiqamah berada di garda terdepan memperjuangkan nilai-nilai keagamaan dalam bingkai kebangsaan.
Karena itu, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU Guluk-Guluk) Guluk-Guluk menggelar momentum tahunan ini, yakni Harlah NU ke-98 dalam rangka Pelantikan Pengurus MWC dan Ranting NU se Kecamatan Guluk-Guluk, pada Minggu, (7/3/2021) di Aula Asy-Syarqawi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk.
Acara yang dihadiri oleh seluruh pengurus MWC dan Ranting NU se Kecamatan Guluk-Guluk, lembaga dan badan otonom (banom), dan Masyaikh Pondok Pesantren serta tokoh masyarakat ini menghadirkan Dr. KH. Ahmad Reza Zahid sebagai pengisi tausiyah ke-NU-an pada acara tersebut.
Kiai yang akrab disapa Gus Reza ini menyampaikan kepada seluruh warga nahdliyin untuk senantiasa terlibat dengan berbagai khidmah-khidmah yang telah dicontohkan oleh para pendahulu Nahdlatul Ulama.
“Dengan merefleksikan perjuangan-perjuangan ulama terdahulu, harapannya kita bisa mengambil hikmah dari sejarah-sejarah gemilang yang beliau torehkan,” ungkap kiai kelahiran Surabaya 22 September 1980 itu.
Beliau yang saat ini tengah menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu pun menambahkan bahwa Nahdlatul Ulama selalu menghargai yang namanya perbedaan. Bahkan menurutnya acap kali NU sebagai organisasi Jam’iyah Diniyah Ijtima’iyah merangkul semua pihak atas nama kemanusiaan.
“Perbedaan-perbedaan itu sudah ada sejak zaman dahulu. Para waliyullah di masa itu tetap merangkul perbedaan untuk perubahan ke arah yang lebih baik,” ungkap beliau bercerita.
Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu juga meminta kepada segenap warga NU untuk senantiasa meneladani para muassis sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan yang terus berkembang.
“Sebab, NU sekarang tetap berkomitmen untuk menjaga bangsa dan negara ini dari berbagai ancaman. Utamanya ideologi-ideologi yang akan memecah belah keberagaman kita,” pungkasnya.
Pewarta: Mohammad Iqbal
Editor: Ibnu Abbas

