Guluk-guluk, NU Online Sumenep
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, KH Hafidzi Syarbini, menegaskan, jika ada problem di dalam tubuh jam’yah, itu hal yang lumrah. Jika mengingkan ketenangan, tidak ada perbedaan dalam berpendapat, tempatnya di surga.
Ia mengajak kepada musyawirin Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep, untuk bersyukur, ikhlas menjalankan pengabdian di organisasi. Sebab, NU ada, pengurus ada, dan yang menghidupkan program organisasi, karena kehendak Allah Swt.
“Sudah 5 tahun, kami bersama pengurus menjalankan amanat ini. Dan kami mampu menjalankan tugas ke-NU-an, kendati dalam perjalannya terdapat kekurangan,” ujarnya kepada musyawirin di acara Konfercab NU Sumenep di Pondok Pesantren Annuqayah Latee Guluk-guluk, Ahad (7/12/2025).
Selama menjalankan tugas, lanjutnya, kesehatan yang diberikan oleh Allah Swt, tentunya memberikan ghirah guna menjalankan tanggung jawab ini. Kelak, akan di pertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
Menurutnya, menjalankan tugas di Jam’iyah, tidak jauh beda dengan kisah Nabi Adam As. Secara historis, Nabi Adam As hidup enak di surga. Namun, ketika lalai, Allah menurunkannya ke bumi.
“Kisah ini, tentunya Nahdliyin bisa memetik hikmah. Yakni, bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Mana yang wajib dan mana yang dilarang. Mudah-mudahan, kepengurusan mendatang, menjadikan keiklasan sebagai dasar dalam pengabdian” tandasnya.
Editor: Firdausi

