Image Slider

Konfercab NU Sumenep: Ikhtiar Menata Gerak Organisasi 5 Tahun Mendatang

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep, Ahad (07/12/2025).

Agenda lima tahunan ini menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat cabang untuk menetapkan arah gerak NU Sumenep serta memilih Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2025–2030.

Ketua Panitia Konfercab NU Sumenep, Kiai A Kurdy Khan, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Konfercab tahun ini didahului dengan rangkaian pra-acara selama sekitar dua bulan setengah.

“Seluruh proses tersebut merupakan bagian penting dalam merumuskan kebutuhan dan masa depan Nahdliyin Sumenep,” ujarnya saat sambutan.

Lokakarya

Dalam pra-Konfercab, panitia menggelar lokakarya besar yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengurus NU, lembaga, badan otonom NU, akademisi, hingga pemerhati sosial.

“Melalui lokakarya ini kita dapat mengidentifikasi persoalan-persoalan riil yang dihadapi warga NU atau Nahdliyin,” jelas Kiai Kurdy.

Persoalan tersebut antara lain terkait lingkungan seperti sampah, alih fungsi lahan, tata ruang, hingga dinamika sosial masyarakat.

Hasil lokakarya juga mendorong lahirnya usulan pembentukan badan khusus yang fokus pada isu lingkungan, mengingat masalah ekologi kini menjadi persoalan global. “Hasil ini akan dibahas lebih lanjut dalam sidang komisi Konfercab,” ungkapnya.

Rembuk Warga Nahdliyin

Selain lokakarya, PCNU Sumenep juga menggelar Rembuk Warga Nahdliyin, sebuah forum baru yang mempertemukan unsur pesantren, instansi lintas sektor, dan pemerintah daerah.

“Karena fakta di lapangan menunjukkan banyak persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan jika ditangani bersama,” kata Kiai Kurdy.

Rembuk Warga Nahdliyin ini diharapkan menjadi ruang sinergi antara NU dan berbagai pihak untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Gerakan Koin

Rangkaian pra-Konfercab juga diwarnai Gerakan Koin NU, sebuah gerakan konsolidasi dan pemberdayaan warga. Dari gerakan ini, panitia berhasil menghimpun dana sekitar Rp49.400.000 yang seluruhnya digunakan untuk mendukung pembiayaan Konfercab, termasuk perbaikan fasilitas di kompleks Annuqayah Latee sebagai lokasi acara.

“Gerakan Koin akan terus dilanjutkan sebagai sarana silaturahmi dan penguatan kemandirian Nahdliyin Sumenep,” ungkapnya.

Elemen-elemen NU mulai dari PRNU, MWCNU, PKPNU, hingga berbagai stakeholder turut terlibat dalam penggalangan dana ini.

Ngaji Sanad Keilmuan

Menjelang Konfercab, panitia juga mengadakan Ngaji Sanad Keilmuan. Dalam forum tersebut menghadirkan Gus Nanal Ainal Fauz. Di sana dijelaskan bahwa ulama Nusantara telah menghasilkan lebih dari seribu karya kitab.

“Di antaranya adalah karya KH Taifur Ali Wafa, yang menulis sekitar 40 kitab,” terang Kiai Kurdy.

Di akhir sambutannya, Kiai Kurdy menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan dan pihak yang terlibat. “Semoga kita semua memperoleh barakah dari Masyayikh Annuqayah. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini,” pungkasnya.

Editor: Moh Khoirus Shadiqin

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga