Image Slider

Rakornas 2021, LP Maarif NU Sumenep: Banyak PR Menanti Kami

Batuan, NU Online Sumenep

Dalam rangka menjalankan dan memperkuat peranan Nahdlatul Ulama di bidang pendidikan, Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif NU menghelat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara dalam jaringan (daring) melalui aplikasi Zoom pada Rabu (10/2/2021) pagi kemarin.

Rakornas yang mengusung tema “Khidmat LP Ma’arif NU: Bersinergi Meneguhkan Karakter Aswaja Pada Generasi Millenial Dalam Menghadapi Tantangan Global” itu bertujuan untuk meningkatkan kondolidasi organisasi antara seluruh pengurus dari pusat hingga daerah di lingkungan LP Maarif NU dan pemersatuan visi-misi melalui rekomendasi bersama.

Tujuan lain dari pelaksanaan Rakornas ini adalah mempertegas urgensi LP Maarif dalam merespons isu-isu strategis kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, serta rekomendasi untuk perhelatan kegiatan berskala nasional seperti Perkemahan Wirakarya Maarif NU Nasional dan Pekan Olahraga dan Seni Maarif NU Nasional.

Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Agama Republik Indonesia, KH Yaqut Cholil Qoumas atau yang akrab disapa Gus Yaqut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Nadiem Makarim, serta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA.

Baik Menteri Agama maupun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sama-sama berharap banyak kepada peranan LP Maarif dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya tingkat dasar dan menengah, guna mempersiapkan lembaga pendidikan yang adaptable terhadap persaingan dan tantangan global.

Adapun Ketua Umum PBNU, menyampaikan bahwa Akhlaqul Karimah yang dimiliki oleh seluruh entitas dalam jaringan Nahdlatul Ulama, merupakan aset terbesar yang harus tetap dikembangkan guna memperkuat eksistensi organisasi dan lembaga kedepannya.

Respons LP Maarif PCNU Sumenep

Merespons berbagai isu dan agenda yang digulirkan selama Rakornas, K Ahmad Majdi Tsabit selaku Ketua LP Maarif PCNU Sumenep yang turut mengikuti jalannya acara tersebut secara virtual menyampaikan bahwa ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang menunggu untuk segera diselesaikan.

“Kondisi di Sumenep sangat jauh dari apa yang dicanangkan oleh Pengurus Pusat LP Maarif NU. Ini terjadi selain karena rata-rata pengurus yang ada merupakan orang baru yang perlu belajar lebih banyak lagi terkait ritme dan cara kerja lembaga, database yang kami miliki juga masih belum jelas,” ucap salah satu kyai muda PP. Annuqayah ini.
Berkaca pada kondisi tersebut, dosen di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini berharap agar program yang dicandangkan pengurus pusat harus menyesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.

“Kami ingin program yang dirancang, baik oleh pusat maupun wilayah, tidak langsung secara general, namun berbasis kondisi di daerah. Ini didasarkan kepada kondisi yang berbeda-beda antara satu wilayah dan wilayah yang lain, serta antar satu kabupaten dengan kabupaten,” pungkasnya penuh harap.

Sebagai langkah taktis, dalam waktu dekat LP Maarif PCNU Sumenep akan segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti pengurus Majelis Wakil Cabang di kecamatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Sumenep, hingga Pengurus Wilayah LP Maarif Jawa Timur.

Pewarta : Hafiz Asad

Editor: Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga