Image Slider

Wakil Rais NU Sumenep: NU Gapura itu Gapuranya NU

Gapura, NU Online Sumenep

Wakil Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU Sumenep), KH. Imam Hendriyadi menghadiri acara Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-98 dan Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura di Aula Aswaja Lantai II Kantor MWCNU Gapura, pada Sabtu (27/3/2021).

Oleh penata acara, Kiai yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ifadah Desa Cangkreng Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep itu diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan mewakili Keluarga Besar PCNU Sumenep.

Dalam sambutanya, beliau menyampaikan pentingnya menghidupkan NU di tingkat ranting. Sebagai nafas perjuangan NU di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, NU bisa kuat dan berintegritas baik secara kultural maupun struktural.

“Paling tidak ada dua hal yang penting dilakukan dalam rangka penguatan ranting, pertama adalah penguatan struktural, dan kedua adalah penguatan kultural,” ungkap beliau.

Hal ini menjadi sangat penting dilakukan, karena menurut Mantan Katib PCNU Sumenep Masa Khidmat 2015-2020 itu bahwa kebaikan yang tidak terorganisir, akan mampu dikalahkan dengan kebathilan yang terorganisir dengan baik. Karena itu, NU harus kuat melalui pemberdayaan ranting.

Tidak hanya itu, beliau juga menambahkan, bahwa untuk bisa menghidupkan ranting dan menjadikan NU sebagai nafas kehidupan masyarakat, harus dilakukan dengan melalui upaya-upaya penguatan ideologi dan gerakan-gerakan sosial kemasyarakatan.

“Ada banyak cara yang bisa kita lakukan, salah satunya dengan menggalakkan Lailatul Ijtima’ di masing-masing ranting NU. Kemudian juga pengajian-pengajian. Bahkan Bahtsul Masail juga sebisa mungkin digelar dengan mengangkat pembahasan-pembahasan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” sergahnya.

Pengajian-pengajian kitab yang membahas tentang amaliyah dan harakah Ahlussunnah Wal Jamaah, menurut beliau, tidak ada masalah jika dilaksanakan di tingkat desa atau ranting. Melalui pertemuan-pertemuan rutin mingguan atau bulanan. Tentu disesuaikan dengan kemampuan dan daya pikir masyarakat setempat.

“Baru jika kemudian ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, maka diangkat di tingkat MWCNU. Ada banyak kiai-kiai NU di Gapura yang akan menyelesaikan. Ada Kiai Muhsi, ada Kiai Junaidi, ada Kiai Zubairi, dan lainnya nanti akan menyelesaikan,” ungkap beliau memberi arahan.

Meski begitu, Kiai Imam meyakini bahwa di NU Gapura tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Sebab, menurut beliau, NU di Gapura ini adalah Gapuranya NU.

“Sebab saya tau, kalau NU Gapura ini adalah Gapuranya NU,” ungkap beliau yang sontak membuat hadirin tepuk tangan. 

Hal ini beliau sampaikan dengan mengambil ibarah dari Sabda Rasulullah SAW:

انا مدينة العلم وعلي بابها
(Saya adalah kota ilmu dan Ali pintunya).

“Jadi jika kota berkata Ana Madinatu NU, wa Gapura Babuha,” ungkap beliau.

Hal ini dimaksudkan, bahwa menurut Kiai Imam, jika NU adalah kota, maka Gapura adalah pintunya. Beliau mencontohkan salah satu kemajuan NU di Gapura yang belum dimiliki oleh MWC lainnya adalah Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan (KSPP) Syariah Baitul Maal Wa at-Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Jawa Timur. Sebuah lembaga keuangan yang dirintis oleh MWCNU Gapura sejak 2004 lalu, yang hingga kini sudah mengepakkan sayapnya di tingkat provinsi.

Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga