Kota, NU Online Sumenep
Sejumlah 22 nominator Lomba Menulis Cerpen Santri dalam rangka Hari Santri PCNU Sumenep 2026 mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Cerpen Santri, Rabu, 21 Oktober 2026.
Bimtek kepada 22 nomintor delegasi dari santri dan pelajar ini menjadi ruang belajar bagi para nominator untuk memperdalam keterampilan menulis cerpen sekaligus meningkatkan kualitas karya sastra di kalangan santri dan pelajar.
Bimtek tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Lomba Menulis Cerpen Santri yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 oleh PCNU Sumenep melalui Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU).
Ketua LTN PCNU Sumenep, Fahri Farghiz menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini bukan sekadar pendampingan teknis bagi para nominator, melainkan juga kesempatan berharga untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dari cerpenis profesional.
“Ini bonus ilmu dari cerpenis profesional. Para nominator tidak hanya berkompetisi untuk menghasilkan karya terbaik, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar, memperkaya wawasan, dan mengasah kemampuan menulis cerpen. Selamat kepada 22 Nominator! karya kalian telah memikat tim dewan juri,” ungkapnya.
Sementara itu, Kiai Khalqi, Wakil Ketua PCNU Sumenep dalam sambutannya mengatakan tradisi kepenulisan perlu terus ditumbuhkan di lingkungan pesantren. Santri memiliki kekayaan pengalaman, nilai-nilai keislaman, tradisi pesantren, serta dinamika kehidupan sosial yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya karya sastra yang bermakna.
“Melalui cerpen, santri dapat menyampaikan gagasan, merekam kehidupan pesantren, mengangkat persoalan masyarakat, sekaligus menghadirkan pesan moral dan nilai kemanusiaan dengan cara yang kreatif,” katanya.
Karena itu, ia berharap para peserta dapat memanfaatkan bimtek tersebut secara maksimal, menyerap pengalaman dari pemateri, serta mengembangkan kemampuan menulis secara berkelanjutan. Menjadi nominator, menurutnya, bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk membangun tradisi literasi yang lebih kuat.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya LTN PCNU Sumenep dalam mendorong lahirnya generasi santri yang tidak hanya kuat dalam tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga mampu berkontribusi melalui tulisan dan karya kreatif,” pungkasnya.

