Image Slider

Puisi Khossinah*

Aku Ingat Itu Minggu Malam

Aku ingat itu minggu malam
Di warung kopi yang tak pernah selamat dari keramaian
Begitulah cara orang-orang merayakan akhir pekan
Walau hanya untuk perantara  adegan perpisahan

Tahun dan Tuhan terperangkap dalam gelas kosong
Di balik tembok tua, di bawah cahaya neon yang kuyup air mata

Aku dan kau bersitatap dengan ratap
Akukah itu yang berdegup di jantungmu?
(mengapa harus kau, mengapa harus aku)

Aduh
Kuikhlaskan saja malam-malamku yang lain terjajah sepi
Jika mungkin kau tidak benar-benar aku nikahi

Giliyang, 2021

Pengakuan

Mencintaimu bukanlah kegelisahan
Bagi seorang aku yang setiap detiknya terlibat dalam pemalsuan
Namun bagian tersulit dalam sakit
Adalah ketika harus meratap
Sementara tak sekalipun kau tempatkan aku dalam harap

Giliyang, 2021

Doa Sebelum Tidur 2

Tuhanku yang baik
Jika akulah pemilik semua sakit
Kuingin kaulah satu-satunya yang tahu
Bahwa hanya padanya cintaku berbalik

Giliyang, 2021

*Khossinah, kelahiran Sumenep, Madura, Jawa Timur. Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Aktif di LENSA. Menulis Esai dan puisi di beberapa media cetak, media online dan antologi bersama. Seperti Radar Madura, Radar Cirebon, Minggu Post, Travesia, Mbludus, Lampung News, Puisi Pedia, Takanta ID dan Dunia Santri. Surat Berdarah di Antara Gelas Retak (2019), Kenangan (2018), Cinta Karena Cinta (2019), Creative Student Day (2020), Rantau ‘dari Negeri Poci 10’ (2020), Alumni Munsi Menulis (2020),  Perjamuan Perempuan Tanah Garam (2019-2020), Giliyang Writers (2021) Seri Sastra Tembi (2021) Hujan Pertama Bulan Purnama (2021) dan Pena Artas (2021). Nomor telepon : 082339196113

 

 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga