Image Slider

Kiai Pandji Ungkap Dua Alasan Pentingnya JQH NU Aktif di Sumenep

Kota, NU Online Sumenep
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep, KH. A. Pandji Taufiq mengungkapkan setidaknya ada dua alasan mengapa kehadiran Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU) Sumenep sangat dinantikan oleh masyarakat.

Hal itu beliau ungkapkan saat menyampaikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus PC JQH NU Sumenep di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Sabtu (18/12/2021).

Pertama, dalam sepuluh tahun terakhir, JQH NU vakum di Sumenep. Karena itu, dengan kehadiran kepengurusan JQH NU yang baru, menurut Kiai Pandji, menjadi angin segar untuk menumbuhkan semangat qur’ani di tengah-tengah masyarakat.

“Selama 10 tahun, keberadaan JQH NU laa yamutu wa la yahya. Dengan kepengurusan yang baru saja dilantik ini, ke depan semoga lebih terarah lagi,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Kiai Pandji, dulu orang yang mengajarkan Al-Qur’an adalah mereka para guru yang istiqamah mengajar di pesantren-pesantren, di mushalla dan masjid. Namun sekarang, ada tahfidz Al-Qur’an yang keberadaannya cukup mentereng. Akan tetapi keberadaannya ada yang benar ada pula yang tidak benar.

Ada banyak rumah-rumah tahfidz di Sumenep yang orientasinya sudah jauh dari nuansa kesantrian. Bahkan keberadaanya sudah dilengkapi dengan sistem dan dana yang luar biasa.

“Terus terang saja, khususnya di kecamatan kota, ada rumah tahfidz yang benar dan ada pula yang tidak benar. Jika diumpamakan emas, kualitasnya bukan 24 karat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, tantangan JQH NU Sumenep ke depan, menurut Kiai Pandji adalah bagaimana memasyarakatkan Al-Qur’an, yang sekarang mendapatkan tantangan dari luar. Sebagaimana yang dijelaskan di awal.

Sebagai banom NU yang bergerak di bidang Al-Qur’an, ke depan mengemban amanah yang tidak mudah.

“Tantangan bagi JQH adalah bagaimana memasyarakatkan Al-Qur’an yang sekarang mendapat tantangan dari luar. Mereka sudah punya sistem luar biasa, dana luar biasa,” tuturnya.

Lebih jauh, Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep itu juga mengingatkan agar dalam menjalankan program kerja, tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai proyek untuk mendapatkan dana. Sebab, para ahli Al-Qur’an tidak mungkin dibiarkan kekurangan dana oleh Allah SWT.

“Saya sering bilang, tidak ada ahli Al-Qur’an lapar. Jangan khawatir kekurangan dana. Tidak mungkin dibiarkan lapar. Ini menjadi catatan. Al-Qur’an jangan diproyekkan. Sebab barakahnya berkurang,” harapnya.

Dengan begitu, atas nama PCNU Sumenep, Kiai Pandji menyatakan siap memfasilitasi JQH NU masuk ke berbagai pelosok desa di Sumenep guna memberdayakan mushalla dan masjid sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat.

“PCNU siap memfasilitasi. Bahkan saya sendiri siap mengantar JQH NU masuk ke desa-desa, masuk ke mushalla dan masjid untuk mengedukasi masyarakat tentang Al-Qur’an. Inilah sesungguhnya memasyarakatkan Al-Qur’an,” imbuhnya.

Bahkan, bilamana JQH NU hendak melaksanakan program-program pembinaan, baik berupa pendidikan dan latihan (Diklat) maupun lainnya, Kiai Pandji, juga menyatakan siap memfasilitasi.

Senada dengan pernyataan Kiai Pandji, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) JQH NU Jawa Timur, KH. Zainul Arifin juga mengutip salah satu Hadits Nabi, siapapun orangnya jika mengoptimalkan potensi dalam rangka syiar Al-Qur’an, maka Allah akan memudahkan segalanya. Termasuk soal dana.

“Yang disampaikan Ketua PCNU itu tidak jauh dari hadits nabi, bahwa siapapun orangnya bilamana mengoptimalkan potensi dalam rangka syiar Al-Qur’an, Allah akan selalu memudahkan,” tuturnya.

Kiai Zainul juga meminta agar para pengurus yang usai dilantik segera melaksanakan rapat kerja. Sebab, landasan program kerja yang legal adalah rapat. Kemudian merancang pembentukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di masing-masing kecamatan.

“InsyaAllah Sekretaris PW JQH NU bersedia hadir. Kita sinergikan program dari tingkat pusat hingga daerah. Jangan lupa, setelah ini bentuk PAC,” pintanya.

Di akhir sambutan, Kiai Zainul juga mengajak agar selain eksis di tengah-tengah masyarakat, JQH NU Sumenep juga eksis di media sosial. Sebagai upaya menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Sekarang yang banyak mengisi medsos ya orang-orang di luar kita. Maka dari itu, kita perlu memaksimalkan syiar Al-Qur’an ini di dunia medsos,” pungkasnya.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga