Kota, NU Online Sumenep
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kota Sumenep menggelar Lailatul Ijtima sebagai upaya menguatkan sinergitas antar elemen struktural NU. Menariknya, kegiatan rutinitas ini digelar di Pendopo Keraton Kabupaten Sumenep, pada Jum’at (24/12/2021) malam.
Beberapa agenda yang dilaksanakan dalam rutinitas tersebut antara lain, pembacaan tahlil bersama, santunan anak yatim dan ngaji kitab. Menyusun rencana-rencana strategis dalam menjalankan roda organisasi juga menjadi agenda penting dalam pertemuan itu.
Wakil Bupati Sumenep, Ny. Hj. Dewi Khalifah, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan terima kasih kepada MWCNU, lembaga dan badan otonom, karena menjadikan Pendopo Keraton Sumenep sebagai tempat berkegiatan yang positif. Ia pun meyakini, doa yang dipanjatkan di tempat yang penuh karomah itu diijabah oleh Allah SWT.
“Karena ini tempatnya para sultan, para pemimpin terdahulu. Pasti tersambung juga dengan para sesepuh. Semoga doa yang dipanjatkan sejak tadi menjadi doa yang mustajab. Apalagi disambung dengan doanya anak yatim,” tuturnya.
Mewakili Bupati Sumenep Ahmad Fauzi, Ny. Eva sapaan akrabnya, berharap senantiasa mendoakan Kabupaten Sumenep agar menjadi kabupeten yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Juga dijadikan sebagai pemimpin yang amanah, adil, jujur dan membawa kemashlahatan di dunia maupun di akhirat.
“InsyaAllah saya yakin bilamana kita yang hadir sering berdoa untuk Sumenep, InsyaAllah Sumenep dijauhkan dari segala musibah,” imbuhnya.
Ia pun mendorong kegiatan NU lebih aktif di 16 desa yang ada di Kecamatan Kota Sumenep. Bahkan pihaknya mengajak untuk bersama-sama mendoakan kebaikan Sumenep melalui kegiatan rutinitas seperti Lailatul Ijtima di Pendopo Keraton.
“Kalau bukan kita yang mendoakan Sumenep, lalu siapa lagi. Jika dilakukan bersama-sama, InsyaAllah mustajab,” ujarnya.
Menurut Ny Eva, beberapa kali Kabupeten Sumenep diprediksi akan terjadi tsunami oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun karena berkat doa yang selalu dipanjatkan semua masyarakat, khususnya Nahdliyin, sampai saat ini masih baik-baik saja.
“Mungkin berkat doa para hadirin semua. Semoga semua ujian dan musibah yang diberikan kepada saudara-saudara kita di luar sana segera diangkat oleh Allah SWT,” harapnya.
Dalam situasi pandemi seperti saat sekarang ini, Ny Eva juga mengimbau untuk tetap menjaga kesehatan. Sebab varian baru Covid-19 terus bermunculan.
“Bilamana ada yang belum vaksin, monggo vaksin. Semoga penyakit Covid-19 bersama variannya ini, segera diangkat oleh Allah SWT. Sehingga situasi kembali normal lagi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua MWCNU Kota Sumenep, KH. R. Taufikurrahman Syakoer mengatakan, siap untuk bersama-sama mengaktifkan kegiatan ke-NU-an. Bahkan mengawali tahun 2022 nanti, pihaknya telah mengagendakan dua kegiatan sekaligus.
“Di awal Januari 2022 nanti, ada dua kegiatan yang telah kita canangkan dengan menggandeng PCNU, yakni penguatan ranting dan pendampingan kontributor NU Online Sumenep oleh LTN NU PCNU Sumenep,” pungkasnya.
Diketahui, acara Lailatul Ijtima itu dihadiri oleh jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Kota Sumenep, serta Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Kota Sumenep. Usai seremonial sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 25 anak yatim, dan terakhir ngaji kitab yang diampu oleh KH. Fadlan Masykuri, Rais MWCNU Kota Sumenep.
Editor: Abdul Warits

