Siapa yang tak kenal dengan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Beliau dikenal tokoh yang memiliki selera humor tinggi.
Presiden RI Ke-4 dan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut memiliki humor-humor cerdas yang mampu membuat orang terbahak-bahak.
Adapun humor ini diceritakan langsung oleh Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ach Subairi Karim di acara Haul Gus Dur ke-12 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pragaan. Berikut humornya:
Suatu hari seorang kiai dan pastur berbarengan menaiki bis kota saat hujan mengguyur kota.
Ketika hendak menaiki bis kota di malam hari, sang kiai membaca basmalah agar perjalanannya diberikan keselamatan. “Bismillahirrahmannirrahim,” ucapnya.
Seketika sang pastur menegur kiai tersebut. “Maaf kiai, ini bukan Bismillah, tapi bis malam,” sahutnya.
Si kiai pun menggeleng-gelengkan kepalanya, karena respon pastur bisa dikatakan rasionalis.
Di tengah perjalanan, hujan yang lebat, disertai angin dan petir membuat sang penumpang di bis kota ketakutan.
Seketika terdengar ‘Jelengger’. Tiba-tiba sang pastur berdoa. “Haleluya,” doanya saat ketakutan mendengar suara geledek.
Sang kiai pun merespon seketika. “Maaf, tadi bukan haleluya. Tapi halilintar,” ujarnya.
Seluruh penumpang yang ada di dalam bis tersebut tertawa terbahak-bahak. Karena kedua tokoh agama yang berbeda keyakinan tersebut saling balas dendam.
Editor: Firdausi

