Image Slider

Peringati Harlah dengan Ziarah, Ketua Ansor Sumenep: Serap Energi Perjuangan Muassis NU

Kota, NU Online Sumenep

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep beserta Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep melaksanakan kegiatan Ziarah dan Napak Tilas ke para Muassis NU Sumenep, yakni KH Abdullah Sajjad Syarqawi Guluk-Guluk, KH Abi Syudjak Kebunagung, dan KH Ali Wafa Ambuten pada Ahad (20/02/2022). Ziarah ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-99 NU secara tahun Qamariyah atau Hijriyah. Sebagaimana diketahui, NU didirikan di Surabaya pada 16 Rajab 1344 H.

Ketua PC GP Ansor Sumenep, Kiai Qumri Rahman menegaskan bahwa proses ini dilakukan sebagai langkah untuk menyerap energi perjuangan para Muassis NU. “Jadi kita ngalap berkahnya, semangat perjuangannya,” katanya.

Sebab, menurutnya, ziarah dapat memberikan energi tersebut bagi yang memiliki sensitivitas dan kepekaan batin. Ulama-ulama yang diziarahi tentu akan menjawab apa yang disampaikan kepadanya. Tidak mungkin Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengucapkan salam saat melewati kuburan jika orang-orang yang meninggal itu tidak menjawabnya.

“Kalau tidak menjawab, tidak mungkin kita datang ke kuburan mengucapkan salam kepada seluruh ahli kubur. Gak mungkin Nabi mengajarkan kalau gak nyetrum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kiai Qumri juga menjelaskan bahwa ziarah ini juga mendoakan orang meninggal sebagaimana yang digariskan Nabi, bahwa salah satu amalan yang tidak akan terputus adalah doa anak saleh. Dalam hadits tersebut, disebutkan kata walad dalam bentuk nakiroh (umum). Artinya, anak tersebut tidak terbatas pada garis biologis, tetapi juga mencakup anak ideologis. “Siapapun yang mendoakan akan menjadi persembahan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Lenteng, Washilurrahman menambahkan, ziarah juga menjadi satu langkah untuk memohon izin dan petunjuk kepada para pendiri NU mengingat harlah ke-99 NU. “Mudah-mudahan yang kami lakukan dari beliau itu tidak menyimpang dari cita-citanya. Kita minta petunjuk kepada Allah melalui ziarah kepada beliau,” lanjutnya.

Dirinya, juga menyampaikan bahwa ziarah ini menjadi satu hal yang membedakan warga NU dengan orang-orang lain yang memiliki pemahaman berbeda. “Ini sebenarnya diferensiasi kita warga Nahdliyin dengan lain bahwa memahami orang meninggal itu sesungguhnya masih hidup, hidup ruhnya hidup perjuangannya. Bukan karena kematian lepas hubungan luar dan dalam. Tetapi tetap satu kerangka satu perjuangan,” ungkapnya.

“Diferensiasi NU dan paham lain menghormati yang mati sama menghormati ketika hidup,” imbuh pria asal Lembung Timur itu.

Setelah perjalanan ziarah, agenda berikutnya adalah sowan di kediaman KH Thaifur Ali Wafa selaku Mustasyar PCNU Sumenep. Kegiatan ini juga diikuti oleh PAC GP Ansor se-Kabupaten Sumenep, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Sumenep, dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep.

Editor : Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga