Image Slider

Cara Alternatif Hadapi Pemadaman Bergilir di Madura

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Suplai listrik ke wilayah Madura terganggu selama beberapa hari ini. Hal itu terjadi akibat gangguan penghantar 150 Kilo Volt Ampere (KVA) di ujung Kabupaten Bangkalan. Kondisi tersebut juga memaksa Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemadaman secara bergilir di beberapa titik wilayah Madura.

Bapak Rahmat Syarifullah selaku Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Annuqayah Guluk-Guluk ini mengimbau masyarakat Madura bijak mengkonsumsi listrik guna mengurangi dampak pemadaman, utamanya di sektor rumah tangga dan industri.

“Caranya dengan menghemat penggunaan lampu ataupun alat elektronik yang tidak penting digunakan serta pemanfaatan genset bagi sektor industri,” katanya saat dikonfirmasi oleh NU Online Sumenep, Kamis (03/03/2022) di kantor setempat.

Menurutnya, pemadaman yang terjadi tentunya di luar keinginan semua pihak, namun hal ini harus dimaklumi karena adanya masalah teknis.

“Mohon masyarakat dapat bersabar. Dengan mengurangi beban pemakaian listrik tentunya kita harapkan daya listrik yang ada sekarang bisa mencukupi dan tidak perlu melakukan pemadaman di wilayah yang luas lagi,” tambahnya.

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan oleh masyarakat yakni dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Beliau mencontohkan penggunaan PLTS yang ada di SMA Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep.

“PLTS di pondok pesantren dapat membantu santri dalam mengoptimalkan tenaga listrik. Sehingga siswa tidak terus tergantung pada PLN. Artinya saat dilakukan pemadaman siswa tetap bisa belajar dengan memanfaat daya PLTS di lingkungan pondok pesantren,” tegas guru Madrasah Aliyah 1 Annuqayah Guluk-Guluk itu.

“PLTS banyak manfaatnya, patut kita syukuri bersama. Jika di pondok pesantren ada PLTS, maka proses belajar mengajar tetap berlanjut walaupun dilakukan pemadaman oleh PLN,” tambahnya.

Dirinya pun juga mengungkapkan, bahwa PLTS yang dipasang di Pondok Pesantren Annuqayah merupakan sistem on-grid. Pemakaiannya sudah tersambung langsung dengan PLN.

“PLTS ini memiliki berkekuatan 30,72 Kilo Watt Hour (KWH). Tujuannya untuk membantu kelistrikan di pondok pesantren,” ungkapnya.

Di samping itu, Pak Rahmat menyatakan PLTS dapat dijadikan tempat pembelajaran oleh para santri di pondok pesantren agar dapat mengetahui banyak hal tentang listrik.

Editor : Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga