Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Panitia Siswa Kelas Akhir (SISKA) Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Tahun Pelajaran 2021-2022 melaksanakan ziarah ke sejumlah makam muassis Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Ahad (20/03/2022) malam. Hal tersebut bertujuan untuk menyambung dan menguatkan ikatan batin antara pendiri Annuqayah dengan SISKA MA 1 Annuqayah.
Noer Moch Yoga Zulkarnain selaku Ketua Panitia SISKA MA 1 Annuqayah mengatakan, terdapat 130 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Keseluruhan merupakan SISKA MA 1 Annuqayah yang bersal dari pesantren daerah yang ada di Annuqayah. Mereka mengikuti kegiatan ini sudah mendapatkan rekomendasi dari pengurus pesantren daerah masing-masing,” katanya.
Dijelaskan pula, 130 peserta berjalan kaki dari makam ke makam muassis. Sebelum berangkat, mereka berkumpul di Masjid Jamik Annuqayah Guluk-Guluk sebagai titik kumpul. Kemudian ada seremonial pelepasan keberangkatan oleh panitia.
Yoga menyebutkan, rute ziarah dimulai dari makam KH Muhammad Syarqawi (maqbarah Sawo) selaku pendiri Pondok Pesantren Annuqayah. Setelahnya menuju asta selatan, tepatnya ke makam KH Muhammad Ilyas Syarqawi (maqbarah Kusuma Bangsa).
“Lalu setelah itu menuju asta utara tepatnya ke makam KH Moh Amir Ilyas (astah Lempong) dan terakhir ke makam KH Ahmad Basyir AS,” tambah Yoga.
Kegiatan yang masih merupakan rangkaian kegiatan SISKA MA 1 Annuqayah tersebut juga bertujuan untuk merefleksikan diri terhadap perjuangan para pendiri Annuqayah. Terutama keteladanan dalam memimpin pondok pesantren dengan santun.
“Alasan kami memilih ziarah karena ini salah satu tradisi amaliyah Nahdlatul Ulama (NU). Kita bertawasul untuk lembaga agar bisa mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat dan bentuk ikhtiar mendoakan para siswa dalam fase mencari ilmu,” tegas siswa kelas XII IPA MA 1 Annuqayah itu.
Sebab, menurutnya, ziarah dapat memberikan energi bagi yang memiliki sensitivitas dan kepekaan batin. Ulama-ulama yang diziarahi tentu akan menjawab apa yang disampaikan kepadanya. Tidak mungkin Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengucapkan salam saat melewati makam jika orang-orang yang meninggal itu tidak menjawabnya.
“Kalau tidak menjawab, tidak mungkin kita datang ke makam mengucapkan salam kepada seluruh ahli kubur. Tidak mungkin Nabi mengajarkan kalau tidak nyetrum,” tegas santri Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk itu.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa ziarah berguna untuk mendoakan orang meninggal sebagaimana yang digariskan Nabi Muhammad SAW, bahwa salah satu amalan yang tidak akan terputus adalah doa anak shaleh.
“Dalam hadits tersebut, disebutkan kata walad dalam bentuk nakirah (umum). Artinya, anak tersebut tidak terbatas pada garis biologis, tetapi juga mencakup anak ideologis. Siapa pun yang mendoakan akan menjadi persembahan,” terangnya.
Dirinya mengaku, pihaknya telah menetapkan sejumlah aturan yang wajib dipatuhi. “Seperti membawa Al-Qur’an sendiri, tidak membuat gaduh di makam, memakai masker, dan sebagainya,” pungkasnya.
Editor : Firdausi

