Rubaru, NU Online Sumenep
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rubaru menggelar pertemuan rutin bulanan. Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalil Ansor (MDS RA) tersebut dikemas dengan ngaji kitab Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah. Bertempat di kediaman H. Ali Ridha, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru. Sabtu (4/6/2022).
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Sumenep, Kiai Qumri Rahman memimpin langsung pengajian kitab. Dirinya mengingatkan agar tidak menafsiri Al-Qur’an dan Hadits berdasarkan pemahaman sendiri. Melainkan harus merujuk kepada pendangan para ulama.
“Ini yang menyebabkan orang mudah membid’ah-bid’ahkan setiap perkara. Kita harus memahami betul mana yang bid’ah dan tidak bid’ah dengan bersandar kepada pendapat para ulama,” ujarnya.
Kiai Qumri, sapaan akrabnya menegaskan, pengkategorian bid’ah atau tidak, dapat ditelisik dari empat rujukan yang dipakai oleh para ulama. Yakni Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas. Sehingga setiap perkara tidak serta-merta dibid’ahkan.
“Berbeda dengan kelompok lain, langsung merujuk kepada Al-Qur’an dan Hadits, itupun dengan penafsiran sendiri. Tidak disandarkan kepada pendapat para ulama. Sehingga mereka mudah menghakimi sendiri,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ketua PAC GP Ansor Rubaru, Aminullah mengajak kepada seluruh kader Ansor untuk menghidupkan kegiatan MDA RA. Hal demikian dianggap penting sebagai salah satu upaya penguatan ideologi dan konsolidasi organisasi.
“Karena salah satu barometer organisasi bisa dikatakan hidup adalah rutin melaksanan pertemuan, ya MDS RA ini. Di tingkat ranting juga demikian,” jelasnya.
Sementara Ketua MDS RA PAC GP Ansor Rubaru, Kiai Ahmad Fudhali Syafi’ie menyampaikan tips agar hidup tenang. “Kunci agar hidup kita tenang itu ada dua. Pertama bertindak dan bersikap dengan benar. Kedua setiap pekerjaan dilakukan dengan niat yang ikhlas. Keduanya harus saling melengkapi,” terangnya.
Pertemuan rutin bulanan tersebut diawali dengan pembacaan tahlil bersama, dipimpin oleh Pembina MDS RA PAC GP Ansor Rubaru, Kiai Ahmad Zuhdi. Dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Nabi dan ngaji kitab. Kemudian dipungkasi dengan doa penutup oleh Kiai Qumri.
Editor: Ibnu Abbas

