Ambunten, NU Online Sumenep
Organisasi bukan bersifat individual, tetapi sebuah perkumpulan dari berbagai organ yang ada di dalamnya. Sama halnya dengan tubuh manusia yang memiliki kepala, tangan, kaki dan lainnya yang memiliki fungsi sendiri dan saling mendukung.
Penegasan ini disampaikan oleh KH Asy’ari Khatib saat mengisi acara workshop keorganisasian yang dihelat oleh Kuliah Kerja Nyata (KKN) Integratif Posko 56 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Jum’at (19/08/2022) di Pendopo Kecamatan Ambunten.
“Organisasi sebuah lembaga, institusi yang memilik fungsi di setiap organ. Masing-masing organ saling mendukung, tidak jalan sendiri-sendiri,” ungkap Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan itu.
Menurutnya, bapak Camat tidak mungkin berjalan sendiri. Jika demikian, manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat. Berhubung di pemerintahan ada kepala desa sebagai kepanjangan tangan dari sebuah organisasi pemerintahan, maka bapak Camat akan terasa keberadaannya. Maksudnya, organ-organ di bawahnya menjadi agency untuk meneruskan pesan seorang pemimpin.
“Bagaimana dengan organ yang tidak lengkap? Kami sangat terharu ketika melihat seorang guru yang tidak memiliki tangan namun ia bisa menulis di papan menggunakan kakinya. Sama halnya di organisasi, divisi yang tidak lengkap harus diisi dengan divisi lainnya sehingga bisa mengfungsikan organ lain walaupun terdapat kekurangan di dalamnya,” terangnya.
Guru senior Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk itu menegaskan, organ-organ yang ada di dalam sebuah organisasi memiliki hubungan yang sistemik. Artinya, organ itu menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
“Tanpa sekretaris, bendahara dan anggota, seorang ketua tidak ada apa-apanya. Karena organisasi sebuah sistem. Ketika ada satu bagian yang bermasalah, jelas akan mengganggu sistem secara keseluruhan. Sama halnya dengan komputer, jika mouse nya eror akan menghambat saat mengoperasikannya,” tandasnya.
Workshop dengan tajuk ‘Pemuda Kuat, Pesantren Kuat untuk Indonesia Bermartabat’ ini diikuti oleh pengurus pesantren, karang taruna, badan otonom NU, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.
Pewarta : Ach Warid

