Kota, NU Online Sumenep
Berangkat dari instruksi Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, Pengurus Cabang (PC) PMII Sumenep lakukan aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang melambung tinggi dan tidak memperhatikan kondisi rakyat yang masih memulihkan ekonomi pasca Covid-19, Kamis (08/09/2022).
Qudsiyanto, Ketua Umum PC PMII Sumenep menyatakan, aksi turun aspal yang dipimpin oleh Koordinasi Lapangan (Korlap) Abdul Ma’mun bersama 11 Pengurus Komisariat (PK) dan 11 Pengurus Rayon (PR) se-Kabupaten Sumenep diawali dari simpang perlawanan, tepatnya di pertigaan Taman Bunga Sumenep.
“Titik kumpul warga pergerakan dimulai dari sana. Setelah melakukan orasi, massa beraksi ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep,” ujarnya.
Sayangnya anggota DPRD tidak dapat hadir secara lengkap. Berbeda dengan Achmad Fauzi Bupati Sumenep yang secara langsung menemui massa dan mendengarkan tuntutannya.
“Alhamdulillah, demonstrasi berjalan lancar dan damai. Walaupun di lapangan terjadi aksi dorong-dorongan bersama aparat keamanan, itu semua bisa kami kendalikan. Sehingga tidak terjadi keributan yang berkepanjangan,” terangnya.
Editor : Ach Khalilurrahman

