Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Pembacaan puisi oleh Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Kiai M Faizi, menjadi salah satu mata rantai acara pada kegiatan Ngaji Kesantrian memperingati Hari Santri Nasional dan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Aula Asy-Syarqawi, Senin (31/10/2022).
“Saya ditugaskan untuk membaca puisi. Beberapa hari lalu Kiai Bahrul Widad dan Kiai Widadi Rahim meminta untuk menuliskan puisi. Puisi ini baru saya tulis kemarin pada acara Kanzus Shalawat,” ucap Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al-Furqan itu.
Sebelum membacakan puisi dimaksud, kiai yang juga sastrawan ini menjelaskan bahwa sajak yang berjumlah sepuluh bait itu akan diselingi dengan pembacaan shalawat dalam setiap baitnya. Berikut puisi yang beliau bacakan:
Indonesia itu tanah penuh barokah
Didirikan auliya’ bukan hibah hadiah
Tanahnya subur sangat bagai intan baiduri
Disanjung disebut gemah ripah loh jinawi
Ragam budaya bangsa riasan corak warna
Sangat rawan selisih karena beda berbeda
Beruntungnya syaikhona merestui muridnya
Kiai Hasyim merintis jamiyah Aswaja
Ada yang bilang ini bentuk tidak islami
Diusulkan khilafah atau juga monarki
Tapi siapa tahu ada niat memecah
Hasrat di balik itu kita akan dijarah
Maka ucap hamdalah untuk nikmat kurnia
Mazhab ahlussunnah wal jamaah tak terkira
Bersama-sama ulama dan para tokohnya
Jaga kesatuan dengan Nahdlatil Ulama
Merawat ukhuwah wathaniyah yang bernilai
Tiada banding harganya tiada pula setimbang
Inilah pilihan yang diisyaratkan nabi
Allah taala insya Allah juga ridlai
Editor : Ibnu Abbas

