KH Hasyim Muzadi mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dikenal guru bangsa yang rendah hati. Namun dibalik itu, ulama kharismatik itu acap kali melemparkan humor yang terus mengalir di sela-sela mengisi acara ke-NU-an. Tak heran, banyak para kiai dan ibu nyai terkekeh-kekeh mendengar cerita humornya.
Diceritakan oleh KH Yahya Cholil Staquf Ketua Umum PBNU pada acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) di Hotel Acacia Kramat Raya, Jakarta Pusat, bahwa sebelum menjadi Ketum PBNU, Kiai Hasyim Muzadi pernah melihat seorang tokoh Partai Politik (Parpol) yang berkampanye di depan Nahdliyin.
“Kalau Parpol A menang, nanti Presidennya dari Parpol ini. Demikian pula Gubernurnya, Bupatinya, kalau perlu bapak camatnya,” kenangnya saat memberi sambutan.
Saking khusyuknya berkampanye, lanjutnya, tiba-tiba ada salah satu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bertanya saat mendengar pernyataan tersebut.
“Usul pak. Jika memang demikian, kira-kira Banser bisa di negeri kan?,” tanyanya.
“Wah, rupanya Banser ingin jadi Koramil,” kata Gus Yahya. Sontak audien Rakernas terbahak-bahak, termasuk Banser Provost yang mengawal beliau di panggung tidak kuat menahan tawa. Sehingga seketika melempar senyuman.

