Image Slider

Cerita Hafil, Siswa Nasa Gapura yang Bercita-cita Jadi Banser

Gapura, NU Online Sumenep

Setiap anak pasti dibimbing dan diajarkan untuk memiliki cita-cita. Baik oleh orang tua di rumah, maupun guru di sekolah tempat menuntut ilmu. Tentu saja, hal itu agar hidup yang dijalani tidak berujung sia-sia.

Sebagai generasi penerus bangsa, kebanyakan dari mereka bercita-cita menjadi seorang ahli di berbagai bidang profesi. Mulai dari dokter, polisi, tentara, hingga profesor di beberapa disiplin ilmu pengetahuan.

Namun, ada yang berbeda dari salah seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nasy’atul Muta’allimin, Gapura, Sumenep. Di saat teman sekelasnya bercita-cita menjadi seorang ahli di berbagai bidang profesi, Ach. Hafil Annajah justru memiliki cita-cita menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama.

Hafil, sapaan akrabnya, merupakan salah satu dari ratusan siswa baru lainnya yang tengah mengikuti Masa Orientasi Siswa Baru (Mosba). Sebuah program pengenalan akademik dan lingkungan belajar yang digelar di awal tahun pelajaran oleh MTs. Nasy’atul Muta’allimin Gapura.

“Cita-cita saya menjadi anggota Banser NU,” ujarnya saat ditanya salah seorang guru di hadapan peserta Mosba lainnya, pada Ahad, (17/07/2022).

Cita-cita Hafil menjadi Banser cukup beralasan. Baginya, menjalankan tugas Kebanseran sangat mulia. Salah satunya karena dipercaya menjaga kiai dan ulama. “Yang paling dekat dengan kiai dan ulama adalah Banser NU. Tugas ini sangat mulia,” tambahnya.

Hafil menambahkan, keinginannya menjadi anggota Banser juga semata-mata berharap barakah dari para para ulama dan kiai.

“Saya hanya ingin dekat dengan orang-orang yang mulia di sisi Allah SWT. Karena hanya dengan begitu, saya bisa melabuhkan harapan untuk meraih barakah,” terangnya.

Bocah 12 tahun itu mengaku terinsipirasi dari kakaknya yang juga menjadi anggota Banser. Sejak saat itu, ia mulai mengenal Banser dan berkeinginan mengikuti jejak sang kakak.

“Saya mengenal Banser dari kakak. Jadi saya bercita-cita menjadi Banser juga karena ingin seperti kakak saya,” ungkapnya.

Kedua orang tuanya, Buzairi dan Sa’diyah mendukung penuh apa yang menjadi cita-cita anaknya itu. Meski menjadi seorang Banser tidak bisa menjamin secara materi, namun tugas mulia menjaga kiai merupakan satu kebanggaan yang tidak ternilai.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Hafil bertekad giat berlatih, hingga satu saat bisa ikut serta di ajang penerimaan anggota baru Banser.

“Akan banyak latihan ke depan, agar saya pantas dan mampu menjadi anggota Banser,” pungkasnya.

Diketahui, sebagai bentuk apresiasi terhadap cita-citanya yang terbilang unik dan mulia itu, panitia Mosba MTs Nasy’atul Muta’allimin mengapresiasi dengan memberikan topi atau ikat kepala bertuliskan Banser.

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga