Pragaan, NU Online Sumenep
Konsep Panca Khidmat yang disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pragaan usai dilantik pada Jum’at (13/1/2023) di aula Pondok Pesantren Al-Amin Tegal mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Respons positif salah satunya datang dari Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ach Zubairi Karim. Ia mengutarakan bahwa Panca Khidmat tersebut adalah mimpi yang sangat konkrit dan perlu didukung agar terealisasi dengan baik.
“Atas nama PCNU menyatakan siap mendukung semua program yang telah dicanangkan pengurus IPNU dan IPPNU terlantik. Setelah ini, para pengurus kami harap dapat melakukan audiensi dengan Camat Pragaan agar jelas apa yang diinginkan,” harapnya.
Ia mencontohkan, dalam hal ketahanan informasi, pemerintah kecamatan dapat berkolaborasi dengan menggelar sejumlah pelatihan. Selain itu, pihaknya juga dapat meminta pemerintah desa untuk menggandeng pengurus ranting dan komisariat dalam menjalankan program kerja.
“Di pundak kader dan pengurusnya terdapat masa depan NU dan bangsa Indonesia. Semoga acara pelantikan yang dikemas pula dengan Latihan Kader Muda (Lakmud) ini menjadi sarana internalisasi nilai-nilai Islam Ahlussunah Waljamaah,” pungkas mantan Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan ini.
Hal senada juga disampaikan oleh KH Ahmad Junaidi Muarif Ketua MWCNU Pragaan. Dalam sambutannya, ia memuji kinerja panitia yang telah merancang acara pelantikan tersebut dengan begitu mewah dan megah.
“Baru hari ini saya menemukan acara pelantikan badan otonom NU di Pragaan yang begitu meriah. Semoga ini menjadi pertanda bahwa kader IPNU dan IPPNU akan semakin baik, maju, dan lebih bermanfaat. Saya juga berharap di Al-Amien Tegal ini akan berdiri komisariat yang ketujuh belas di Pragaan sebagai wujud penguatan organisasi dalam panca Khidmat tadi,” ucapnya.
Sementara itu, Jalaluddin Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Sumenep mengungkapkan bahwa organisasi pelajar NU memiliki peranan penting dalam menjaga moral anak-anak muda, utamanya di pedesaan.
“Jika IPNU dan IPPNU hari ini tidak ada, maka dapat dipastikan sepuluh sampai dua puluh tahun lagi tidak akan ada NU. Karena itu kita harus merasa bangga dan bersyukur karena mendapat kesempatan untuk mengabdi di NU,” ujarnya.
Terkait dengan misi IPNU dan IPPNU Pragaan, Jalal dalam sambutannya menyampaikan bahwa pimpinan cabang dalam waktu dekat akan menghelat Festival Pelajar sebagai manifestasi dari pengembangan potensi kader.
“Event yang digelar dalam rangka 1 Abad NU dan Hari Lahir (Harlah) IPNU dan IPPNU ini akan diisi dengan tiga puluh jenis kegiatan serta melibatkan seluruh kader pelajar NU yang ada di Kabupaten Sumenep,” ucapnya.
Editor: Firdausi

