Image Slider

Rapat Syuriyah Tanfidziyah, PCNU Serukan Warna Islam Pertengahan

Kota, NU Online Sumenep

Beberapa hari yang lalu pengurus harian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mengumpulkan seluruh calon ketua lembaga. Kali ini jajaran masyaikh menggelar rapat gabungan dengan Syuriyah dan Tanfidziyah demi melahirkan susunan struktur yang ideal, Jumat (06/11/2020) di kantor PCNU Sumenep.

KH. Hafidzi Syarbini mengutarakan dalam sambutannya, bahwa pengurus NU ditunjuk oleh Allah untuk menjalankan tugas organisasi. Yakni selalu mengasuh dan mengemong masyarakat.

Rais PCNU Sumenep tersebut meminta kepada para musyawirin agar bersungguh-sungguh dan berniat tulus untuk berkhidmat di NU.

“Kita berada di NU bukan untuk mengatur dan memberi hidayah pada umat. Tetapi kita hanya menyampaikan kebenaran sejati yang disertai keridlaan Allah,” ungkapnya.

Tak henti disitu, yang paling penting bagi pengurus teras NU adalah memberi pemahaman apa itu NU dan pentingnya masuk organisasi NU.

Dirinya menyitir hadits Nabi iktilafu ummati rahmatun. Maksudnya, perbedaan pada umat itu adalah rahmah.

“NU tidak mau memperbanyak ikhtilaf, tetapi menegaskan kebenaran sejati, begitu pun juga sebaliknya,” pintanya penuh wibawa. Perbedaan diluar itu kita hormati, imbuhnya.

Beliau juga berharap agar NU tetap berpegang pada caranya sendiri sesuai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan bukan cara orang lain.

“Kalau ada perbedaan dalam memahami aneka persoalan umat, itu rahmat. Bukan menempatkan mereka sebagai musuh! Kita hanya bertugas menunjukkan kebenaran kita, tanpa menghakimi kebenaran yang diyakini orang lain,” ujarnya semakin dalam.

Selain itu, beliau menyebut makna ayat waja’alnakum ummatan wasathan, litakuunu syuhada’a alan nash. Maknanya bahwa Allah menjadikan kita ini umat penengah. Ayat ini kata beliau paling cocok bagi NU. Karena NU tidak pernah mengklaim dirinya paling superior atau memposisikan diri umat rendahan.

“Kita ini umat penengah, menjadi pengawas dan persaksian umat. NU tak merasa paling tinggi juga tak merasa paling rendah. Tidak ingin menguasai kekuasaan. Hanya menjaga NKRI dari perpecahan,” dawuhnya mengingatkan peserta. Sikap pertengahan NU diyakini ajarannya yang benar sekalipun tidak merasa paling benar, tambahnya.

NU menurut beliau menjadikan umat sebagai obyek dakwahnya. Sehingga NU dari dulu hingga sekarang disegani, serta menjadi panutan dan bisa memimpin pergulatan peradaban.

“Jika demikian maka akan menyejarah. Sebab mampu mementaskan kedaulatan sebagai organisasi yang besar dan tanggung jawab sosialnya juga besar pula,” sargasnya.

Menurut pandangannya, NU pergerakannya satu titik. Yakni pergerakan warna Islam sesuai dengan Aswaja an-Nahdliyah dan memperoleh keridlaan Allah SWT.

“Ingat, jalani amanah ini dengan landasan keluhuran tradisi dan disertai ruh NU, yaitu visi misi organisasi,” pungkasnya.

Sebelum rapat dimulai, acara dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. Fauzi Hasbullah selaku Wakil Rais PCNU Sumenep.

Pewarta: Firdausi
Editor: Ibnu Abbas

 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga