Image Slider

PCNU Sumenep, Maknai 3 Misi Kesejahteraan NU Melalui Tongkat Estafet Muassis

Penegasan ini disampaikan oleh K. Ach Subairi Karim saat memberikan suntikan tenaga kepada pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep yang baru saja dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU-IPPNU Jawa Timur di Pondok Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Rabu (28/10/2020).

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut menilai keberadaan pelajar NU hingga detik ini sangat konsisten dalam hal pengkaderan, penguatan ideologi dan kebudayaan, hingga kemandirian ekonomi di berbagai tempat.

“Sebelum dilantik saya melihat sendiri hiruk pikuk kegiatan IPNU-IPPNU yang begitu besar. Ini menunjukkan periode kali ini bisa melanjutkan tongkat estafet dari kepemimpinan sebelumnya,” ujarnya.

Tak sampai disitu, walaupun terkendala Covid-19, beliau yakin seyakin-yakinnya bahwa yang melantik adalah Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari yang saat ini tongkatnya diterima oleh Pimpinan Cabang.

Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut meyakinkan, bahwa tongkat tersebut bukan tongkat biasa, melainkan tongkat Nabi Musa A.S yang dimandatkan pada rekan Zaynollah.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut menjelaskan tiga misi kesejahteraan NU yang diwariskan oleh Syaikhana Kholil kepada Kiai Hasyim.

Pertama atawakkal alaiha. Artinya, senantiasa berpegang teguh pada AD/ART organisasi yang hakikatnya bermuara pada Islam ‘ala thariqati Ahlu Sunnah wal Jamaah an-Nahdliyah baik dari sisi akidah, syariat, akhlak dan tasawuf.

Kedua wa ahussyu biha ala ghanami yang artinya memukul daun untuk memberi makan kambing. Jika qiyaskan, pelajar NU tidak hanya memikirkan kalangan elit tetapi bagaimana IPNU-IPPNU memiliki misi sosial untuk memperhatikan para pelajar yang kondisi ekonominya lemah.

“Mereka adalah saudara kita yang ada di pelosok pedesaan. Seharusnya mereka mendapat perhatian yang cukup seperti halnya kalian memperhatikan para pelajar di kota,” tegasnya.

Selanjutnya, ketiga waliya fiha ma’aribu ukhro. Maknanya, pelajar NU harus memiliki tugas kepelajaran lain, seperti mengawal agama, bangsa dan negara. “Itulah tugas NU,” sargasnya.

Pembina Radio Permata FM Desa Aeng Panas tersebut menilai bahwa periode kali ini memiliki misi yang tinggi yang diperuntukkan pada kegiatan-kegiatan Ke-NU-an hingga akhirnya bisa mandiri demi menyongsong an-Nahdlah ats-Tsaniyah.

“Saya haqqul yaqin kalian dilantik oleh muassis NU pada hari ini demi tegaknya li i’lai kalimatillah,” pungkasnya.

Kegiatan dipusatkan di auditorium pesantren Nasyrul Ulum dan dihadiri oleh PCNU, lembaga, seluruh Badan Otonom NU, majlis alumni, organisasi di luar NU seperti IMM dan HMI.

Pewarta: Firdausi
Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga