Image Slider

Wujudkan Keluarga Maslahat, LKKNU Sumenep Gelar Pelatihan Fasilitator Gaharu

Kota, NU Online Sumenep
Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Pelatihan Fasilitator Gerakan Pembaharu Keluarga (Gaharu). Kegiatan ini dipusatkan di Aula Hotel Asmi, Jumat-Ahad (16-18) Mei 2025.

Ketua LKKNU Sumenep, Raudlatun mengatakan dalam Pelatihan Fasilitator Gaharu ini, pihaknya mengusung tema ’Keluarga Maslahat: Mewujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman Bagi Keluarga’. Mendatangkan tiga pemateri dari berbagai unsur terkait.

”Di seremonial pembukaan ini kami menghadirkan Kiai Mahmudi Zain dari LPI Tarbiyatus Shalihin Kowel Pamekasan, Nani Zulminani Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara, dan Hj. Kusmawati Sekretaris Dinas Sosial P3A Sumenep,” ungkapnya kepada NU Online Sumenep.

Dalam materi yang disampaikan, Kiai Mahmudi Zain mengatakan bahwa keluarga mashlahat bisa dimulai dengan membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Tentu dengan cara saling menumbuhkan rasa kasih sayang di dalamnya.

“Keluarga maslahat adalah miniatur kecil yang di dalamnya terdapat orang-orang yang shalih dan mushlih, yang baik untuk dirinya sendiri, keluarga dan orang lain,” ungkapnya.

Kiai Mahmudi lantas menukil salah satu ayat Al-Qur’an Surah Ar-Rum: 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Ia menyimpulkan kunci sukses dalam membangun keluarga maslahat ada dua. Pertama, jika ada tambahan rezeki harus selalu bersyukur dan jika dalam kondisi terjepit selalu bersabar.

Adapun pemateri kedua, Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara Nani Zulminani menyampaikan tentang 4 prinsip keluarga pembaharu. Prinsip tersebut harus dipegang teguh mengingat keluarga adalah pertahanan terakhir.

”Pertama, empati dalam keluarga. Kedua, keluarga menjadi ruang kerjasama dan kolaborasi. Ketiga, semua orang di dalam keluarga adalah pemimpin. Keempat, selalu melihat sesuatu dari penyelesaian masalah,” ungkapnya.

Sementara itu, pemateri ketiga, Sekretaris Dinas Sosial P3A Sumenep, Hj. Kusmawati mengatakan bahwa saat ini kondisi keluarga tengah menghadapi tantangan yang luar biasa. Salah satunya adalah penggunaan smartphone yang tidak tepat.

”Gadget ibarat madu, yang dapat membawa manfaat sekaligus racun yang bisa membawa nilai-nilai negatif,” tandasnya.

Bahkan, dikatakan Kusmawati, gadget menjadi salah satu pemicu terjadinya kasus kekerasan dalam rumah tangga. Juga menjadi sumber tontonan yang berbahaya bagi anak yang belum cukup umur.

Pantauan NU Online Sumenep di lokasi, kegiatan ini dihadiri sejumlah pihak. Di antaranya, Ketua LKKNU PWNU Jawa Timur, Sekretaris PCNU Sumenep Kiai Zainul Hasan, lembaga dan badan otonom (banom), serta kader LKKNU dari masing-masing kecamatan se-Sumenep.

Kontributor: Khairul Muttaqien
Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga