Kota, NU Online Sumenep
Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep KH Ali Tsabit Habibi menyampaikan pentingnya membaca Al-Qur’an. Menurutnya, setiap huruf yang dibaca akan mendapatkan sepuluh kebaikan sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW.
Penegasan tersebut disampaikan saat dirinya menjadi pemateri dalam kegiatan Pondok Ramadhan yang dilaksanakan SMKN 1 Sumenep, Kamis (05/03/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Ali Tsabit memaparkan berbagai keutamaan membaca Al-Qur’an yang dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk semakin mencintai dan mengamalkan kitab suci umat Islam. Menurutnya, membaca Al-Qur’an memiliki pahala yang sangat besar.
“Setiap huruf yang dibaca akan mendapatkan sepuluh kebaikan sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: ‘Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pahala tersebut dihitung per huruf, bukan per kata. Selain itu, Al-Qur’an juga akan menjadi penolong bagi orang yang membacanya pada hari kiamat.
“Ada hadits Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk membaca Al-Qur’an karena kelak akan datang sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya,” ungkapnya.
Menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini, orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an juga mendapatkan predikat sebagai muslim terbaik. Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki banyak manfaat spiritual bagi kehidupan. Membaca Al-Qur’an dapat menenangkan hati serta mendatangkan rahmat Allah SWT.
“Ada hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa ketika suatu kaum berkumpul di rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an, maka ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat Allah meliputi mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa rumah yang sering dibacakan Al-Qur’an akan terasa lebih luas, penuh ketenteraman, serta membuat penghuninya betah dan hidup rukun. “Namun sebaliknya, rumah yang jarang dibacakan Al-Qur’an akan terasa sempit, kurang harmonis, dan penghuninya mudah berselisih,” tambahnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Mahasinul Akhlaq Larangan, Ganding ini menjelaskan bahwa jika Al-Qur’an dibaca di suatu tempat, maka para malaikat akan hadir dan setan akan menjauh. Karena itu, membaca Al-Qur’an membawa banyak kebaikan bagi kehidupan manusia.
“Selain menjadi sumber keberkahan di dunia, membaca Al-Qur’an juga menjadi penerang di alam kubur. Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia, sedangkan bagi mereka yang masih belajar dan mengalami kesulitan tetap mendapatkan dua pahala: pahala membaca dan pahala kesungguhannya dalam belajar,” paparnya.
Melalui penyajian tersebut, Kiai Ali Tsabit berharap para siswa di SMKN 1 Sumenep semakin termotivasi untuk membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kedekatan dengan Al-Qur’an akan membentuk karakter yang baik sekaligus menjadi bekal kebahagiaan dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Editor: Moh Khoirus Shadiqin

