Image Slider

Peringati Nuzulul Qur’an, JQHNU Sumenep Perkuat Kader Qur’ani Lewat Lailatul Qiraah

Kota, NU Online Sumenep

Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Sumenep menggelar kegiatan Lailatul Qiraah bersama qari’ dan qariah nasional Kabupaten Sumenep dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an 1447 H. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Rahmatullah Kolor, Sumenep, Selasa (17/03/2026).

Momentum yang menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan tradisi keilmuan Al-Qur’an di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) ini diikuti oleh peserta dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) JQHNU se-Kabupaten Sumenep, baik dari wilayah daratan maupun kepulauan 

Wakil Ketua PC JQHNU Sumenep, Nyai Siti Nur Aisiyah, dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur atas berkah Ramadhan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua PC JQH NU Sumenep, Kiai Syafaat, yang berhalangan hadir karena kurang sehat.

“Alhamdulillah, kepengurusan yang telah berjalan selama satu periode mampu mengonsolidasi PAC-PAC, baik di wilayah daratan maupun kepulauan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa berbagai kegiatan telah dilaksanakan, baik di tingkat cabang maupun anak cabang, sebagai upaya nyata membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Sumenep. Menurutnya, Lailatul Qiraah memiliki tujuan penting dalam menjaga kesucian dan kemurnian Al-Qur’an.

“JQHNU menjadi wadah berkumpulnya para mufassir, qari’-qariah, hafidz, hingga para khattat. Kami berharap arahan dan bimbingan dari PCNU Sumenep agar kinerja pengurus semakin meningkat dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Sumenep, Kiai M Halqi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengaku bersyukur dapat berkumpul bersama para ahli dan pecinta Al-Qur’an.

“Siapa saja yang mencintai Al-Qur’an, maka Allah akan mencintai pecinta Al-Qur’an tersebut. Sebaik-baik manusia adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an,” tuturnya mengutip sabda Nabi Muhammad SAW.

Ia menekankan, bahwa membaca merupakan kunci utama dalam memahami Al-Qur’an, sementara menulis menjadi sarana untuk mengikat dan memperdalam pemahaman. Tradisi khattat, menurutnya, juga menjadi bagian penting dalam merawat interaksi intelektual dengan Al-Qur’an.

Ke depan, dirinya mengajak seluruh elemen untuk terus berkolaborasi dalam membumikan Al-Qur’an guna mencetak kader-kader Nahdlatul Ulama yang Qur’ani.

“PCNU Sumenep mengapresiasi berbagai program PC JQHNU, mulai dari membaca, menulis, hingga menafsirkan Al-Qur’an sebagai ikhtiar mencetak generasi Qur’ani,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Acara ini dibuka dengan pembacaan Al-fatihah dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dengan penuh kekhusyukan oleh Gyta Surur Ghibtani, qariah nasional yang meraih Juara Harapan III MTQ Jawa Timur pada cabang MHQ 5 Juz Tilawah. Lantunan tilawahnya menambah suasana religius yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.

Kemudian, dilanjutkan dengan Lailatul Qiraah yang menampilkan para qari’ dan qariah binaan PC JQHNU Sumenep. Kegiatan ini merupakan program rutin yang digelar setiap bulan Ramadan sebagai bagian dari upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga