Batuan, NU Online Sumenep
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Sumenep menggelar rapat internal untuk mengevaluasi sekaligus mematangkan program kerja masa khidmat 2026-2031. Kegiatan tersebut, menjadi langkah awal untuk memastikan setiap program memiliki target yang jelas, terukur, dan berdampak bagi masyarakat. Rapat ini dipusatkan di Kantor PCNU setempat, Kamis (02/07/2026).
Dalam forum itu, pengurus membahas lima program strategis yang akan menjadi fokus gerakan dakwah organisasi sebagai upaya memperkuat syiar Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di tengah perkembangan zaman.
Ketua LDNU Sumenep, KH Ali Tsabit Habibi, mengatakan rapat internal menjadi momentum untuk menyelaraskan seluruh program kerja agar pelaksanaannya berjalan lebih efektif. Menurutnya, LDNU ingin menghadirkan gerakan dakwah yang tidak hanya kuat dari sisi kelembagaan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
“Seluruh program ini kami evaluasi dan matangkan bersama agar benar-benar bisa dijalankan secara maksimal. Harapannya, dakwah Aswaja semakin luas jangkauannya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, pada bidang penguatan kelembagaan, LDNU Sumenep akan merevitalisasi lembaga dakwah di tingkat MWCNU agar memiliki kepengurusan yang aktif dan program yang terukur. Selain itu, Safari Dakwah LDNU akan digelar untuk memperkuat syiar Islam Aswaja sekaligus mempererat koordinasi antara tokoh NU struktural dan kultural.
” Forum Silaturahim Da’i Aswaja juga disiapkan sebagai ruang sinergi antarda’i, disertai kolaborasi dakwah dengan berbagai mitra untuk memperluas jangkauan syiar,” tuturnya.
Menurutnya, Program kaderisasi juga menjadi perhatian serius melalui Akademi Da’i Aswaja yang menargetkan lahirnya 100 da’i bersertifikat dengan kemampuan literasi digital. Program tersebut akan diperkuat melalui Lomba Dakwah Digital, gerakan Satu Da’i Satu Komunitas, aktivasi media resmi LDNU, pembentukan tim media profesional, hingga pembangunan ‘Griya Kreasi’ sebagai studio mini untuk memproduksi konten dakwah secara mandiri dan berkelanjutan.
“Dakwah hari ini tidak cukup hanya dilakukan dari mimbar. Kami ingin para da’i juga mampu memanfaatkan media digital agar nilai-nilai Islam Aswaja dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda,” katanya.
Selain memperkuat media dakwah, lanjutnya, LDNU juga akan menjalankan kampanye dakwah tematik melalui program NGOPI Gen Z sebagai ruang dialog bersama generasi muda. Ada pula Kilas Dakwah Series yang mengangkat berbagai isu sosial, seperti ekonomi, kesehatan, pergaulan bebas, hingga bahaya judi online, serta program ‘Kiai Menjawab’ yang menjadi wadah konsultasi syariat secara responsif dan mudah diakses masyarakat.
Untuk memastikan materi dakwah tetap selaras dengan nilai-nilai Aswaja, LDNU Sumenep turut menyusun standarisasi manhaj dakwah melalui Halaqah Manhaj Dakwah, Laboratorium Modul Dakwah, Forum Majelis Tashih, hingga Finalisasi Modul Dakwah.
” Rangkaian kegiatan tersebut ditargetkan menghasilkan modul dakwah yang komprehensif, terverifikasi, dan dapat menjadi pedoman resmi bagi para da’i dalam menyampaikan materi dakwah,” jelasnya.
Diketahui, dalam pelaksanaan seluruh program tersebut, LDNU Sumenep akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga di lingkungan PCNU Sumenep, seperti LBM, LTNNU, Fordaf, MWCNU, GP Ansor, Aswaja Center, IPPNU, IPARI, serta menggandeng Kementerian Agama, RRI, dan sejumlah mitra lainnya.
“Kami berharap, sinergi dan kolaborasi ini mampu memperkuat gerakan dakwah Aswaja yang lebih inovatif, profesional, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” tandasnya.
Sekedar informasi, bahwa Lima program secara garis besar meliputi penguatan struktur kelembagaan dan jaringan dakwah, kaderisasi da’i Aswaja An-Nahdliyyah, pengembangan dan optimalisasi media, kampanye dakwah tematik, serta standarisasi manhaj dakwah NU.
Pewarta: Wildan Msy

