Kota, NU Online Sumenep
Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kota Sumenep mulai mematangkan sejumlah program kerja untuk memperkuat peran media, literasi, dokumentasi sejarah dan budaya, serta publikasi kegiatan Nahdlatul Ulama di tengah perkembangan era digital.
Penyusunan program kerja tersebut berlangsung di Kantor MWCNU Kota Sumenep, Ahad (9/8/2026), dan dihadiri para pengurus LTN MWCNU Kota Sumenep serta sejumlah tamu undangan.
Menariknya, LTN MWCNU Kota Sumenep menghimpun pengurus dan pegiat dari berbagai latar belakang keahlian. Sejumlah jurnalis, sejarawan, pemerhati dan pegiat cagar budaya, hingga pegiat media kreatif terlibat dalam lembaga tersebut.
Ketua LTN MWCNU Kota Sumenep, Ahmad Basri, mengatakan penyusunan program kerja menjadi langkah awal untuk membangun pola kerja lembaga yang lebih terarah dan produktif.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital menuntut organisasi keagamaan untuk mampu beradaptasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“LTN harus mampu menjadi ruang kolaborasi. Tidak hanya berbicara soal pemberitaan, tetapi juga bagaimana sejarah, budaya, tradisi, dan nilai-nilai ke-NU-an dapat dikemas menjadi informasi yang menarik dan mudah diterima masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan jurnalis, sejarawan, pegiat cagar budaya, dan media maker menjadi modal penting untuk mengembangkan beragam produk komunikasi publik. Masing-masing keahlian diharapkan dapat saling melengkapi dalam menghasilkan konten yang aktual sekaligus memiliki kedalaman dan nilai edukasi.
“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem. Ada yang kuat di jurnalistik, ada yang memahami sejarah, ada yang fokus pada cagar budaya, dan ada yang memiliki kemampuan produksi visual. Semuanya bisa saling melengkapi,” katanya.
Sejumlah program yang mulai disiapkan antara lain penguatan jurnalistik dan literasi media, dokumentasi sejarah dan budaya Sumenep, produksi konten digital, pengarsipan dokumentasi kegiatan NU, serta publikasi potensi dan kearifan lokal masyarakat.
Selain itu, LTN MWCNU Kota Sumenep diarahkan menjadi ruang edukasi bagi kader dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang kepenulisan, fotografi, videografi, produksi konten, hingga pengelolaan media digital.
Sekretaris LTN MWCNU Kota Sumenep, Irwan Sujatmiko, mengatakan program kerja tersebut akan disusun secara realistis dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta perkembangan media saat ini.
Menurutnya, tantangan media digital tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga menyangkut akurasi, etika, kreativitas, dan kemampuan menghadirkan konten yang memiliki nilai.
“Jangan sampai informasi hanya ramai sesaat. Kami ingin membangun konten yang memiliki nilai dokumentasi dan bisa menjadi referensi bagi masyarakat, terutama terkait sejarah, budaya, dan perjalanan NU di Sumenep,” jelasnya.
Ke depan, LTN MWCNU Kota Sumenep juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, antara lain komunitas sejarah, pelaku budaya, pesantren, lembaga pendidikan, media massa, komunitas kreatif, dan generasi muda.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas peran LTN, tidak hanya sebagai lembaga yang menangani publikasi, tetapi juga sebagai ruang dokumentasi, literasi, dan produksi pengetahuan yang turut merawat sejarah serta kebudayaan Sumenep.
Melalui penyusunan program kerja tersebut, LTN MWCNU Kota Sumenep menargetkan berbagai agenda yang dirancang dapat diwujudkan dalam bentuk karya dan konten yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat dakwah dan publikasi Nahdlatul Ulama di ruang digital.

