Kota, NU Onlin Sumenep
Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PRAN) Gelombang 3 memasuki tahap penguatan keberlanjutan melalui kegiatan Kunjungan Dukungan untuk Aktivasi dan Persiapan Keberlanjutan Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional Gelombang 3. Kegiatan kunjungan dilaksanakan pada Senin–Rabu, 28–30 September 2026, dengan mengunjungi sejumlah sekolah penerima program di Kabupaten Sumenep.
Hari pertama kunjungan dilaksanakan di SDN Kebunan I, pada hari Senin (28/09/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator Program ProVisi, Koordinator Lapangan Kabupaten Sumenep, serta Pendamping Program. Kedatangan tim ProVisi disambut antusias oleh siswa dan guru. Anak-anak tampak bersemangat menyambut tim, sementara para guru turut menunjukkan komitmen untuk melanjutkan praktik-praktik baik yang telah dibangun selama pelaksanaan program.
Koordinator Program ProVisi, Irma Ayu Sofiyani, mengapresiasi antusiasme warga sekolah dalam mewujudkan perpustakaan yang ramah dan menyenangkan bagi anak.
“Saya senang sekali melihat antusiasme sekolah dalam mewujudkan perpustakaan ramah anak di SDN Kebunan I. Warga sekolah bahu membahu untuk menjenjangkan dan menginventarisasi kurang lebih 5.000 buku,” ujar Irma.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan koleksi, tetapi juga oleh keterlibatan guru dalam membangun kebiasaan membaca. Guru memiliki peran penting dalam mendorong anak agar semakin dekat dengan buku dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang menyenangkan.
“Guru juga berperan dalam mendorong minat baca anak melalui kegiatan membaca, sehingga murid menyukai berkunjung ke perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku untuk dibaca di rumah bersama keluarga atau teman. Semoga upaya sekolah dapat menumbuhkan minat anak untuk membaca, sering membaca di sekolah dan di rumah,” lanjutnya.
Sementara itu, Abd. Asis, selaku Pendamping Program, menyampaikan bahwa berbagai praktik baik yang telah dilakukan sekolah selama kurang lebih enam bulan sejak pembukaan program pada April 2026 perlu terus dilanjutkan. Menurutnya, keberlanjutan menjadi bagian penting agar perubahan yang telah tumbuh selama program tidak berhenti setelah pendampingan berakhir.
Ia juga menyoroti tingginya aktivitas peminjaman buku di SDN Kebunan I. Tingginya peminjaman menunjukkan adanya ketertarikan siswa terhadap koleksi bacaan yang tersedia dan semakin terbentuknya kebiasaan membaca di lingkungan sekolah.
“Praktik baik yang sudah dilakukan selama kurang lebih enam bulan sejak pembukaan pada bulan April ini perlu dilanjutkan. Apalagi peminjaman buku di SDN Kebunan I cukup tinggi. Artinya, siswa semakin senang, suka, dan tertarik membaca buku-buku anak,” jelas Abd. Asis.
Kepala SDN Kebunan I, Setyorini, menyambut baik kunjungan kedua yang dilakukan oleh ProVisi. Ia berharap pendampingan dan dukungan yang telah diberikan tidak berhenti pada program PRAN, tetapi dapat berlanjut melalui berbagai program lain yang mendukung penguatan literasi dan perkembangan sekolah secara lebih luas.
“Kami menyambut baik kunjungan dari ProVisi. Kami berharap tidak berhenti di sini, tetapi ada keberlanjutan melalui program-program lain yang dapat meningkatkan literasi di sekolah maupun kebaikan sekolah secara umum,” ungkap Setyorini.
Selain keberlanjutan program, pihak sekolah juga menyampaikan harapan agar SDN Kebunan I dapat memperoleh tambahan buku anak bermutu untuk memperkaya koleksi perpustakaan dan semakin mendukung kebutuhan bacaan siswa.
Kunjungan hari pertama di SDN Kebunan I menjadi ruang untuk melihat kembali praktik baik yang telah tumbuh selama pelaksanaan program sekaligus memperkuat komitmen bersama antara sekolah, pendamping, dan ProVisi dalam menjaga keberlanjutan perpustakaan sebagai ruang belajar, membaca, dan tumbuh bagi anak.

